Berita Palangkaraya

Ibu Buang Bayi di Palangkaraya Terancam 15 Tahun Penjara, Gunting untuk Potong Ari-ari Diamankan

Tersangka berinisial DK (22) ibu bayi yang dibuang di kamar mandi kontrakan di Bukit Raya V terancam 15 tahun penjara berdasarkan UU perlindungan anak

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti berupa gunting yang digunakan tersangka DK (22) untuk memotong ari-ari, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Tersangka berinisial DK (22) yang merupakan seorang mahasiswi yang membuang anaknya di Jalan Bukit Raya V, terancam kurungan penjara 15 tahun, Senin (12/9/2022).

Hal tersebut disampaikan saat pers rilis di Mapolresta Palangkaraya, Jalan Tjilik Riwut Km 3, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Tersangka dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya yang baru lahir, lantaran takut ketahuan oleh teman rumah kontrakannya.

Kapolresta Palangkaraya Kombes Pol Budi Santosa, melalui Kasatreskrim Polresta Palangkaraya Kompol Ronny Marthius Nababan.

“Pelaku dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelasnya.

Baca juga: Polisi Bakal Panggil Kekasih Tersangka Pembuangan Bayi di Palangkaraya Untuk Dimintai Keterangan

Baca juga: Mahasiswi Pembuang Bayi Laki-Laki di Palangkaraya Hasil Hubungan Gelap Ditetapkan Sebagai Tersangka

Ia menjelaskan isi pasal tersebut saat memimpin pers rilis di hadapan awak media yang hadir.

“Yaitu Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak dan mengakibatkan mati atau meninggal dunia dengan pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 3 miliar,” papar Kompol Ronny.

Lanjutnya, dan atau pasal 341 KUH Pidana, seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya, pada ketika dilahirkan atau tidak berapa lama sesudah dilahirkan, dengan hukuman pejara selama-lamanya tujuh tahun.

Tak hanya penetapan tersangka dan memaparkan hukuman yang akan dijalani oleh DK.

Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang berhasil ditemukan saat melakukan olah TKP.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved