Edy Mulyadi 'Jin Buang Anak' Divonis 7,5 Bulan & Bebas dari Penjara, Massa Adat Dayak: Tidak Adil!

Massa Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) menyatakan tidak terima karena menilai hukuman bagi Edy Mulyadi itu terlalu ringan dan tidak adil

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas.com/Tatang Guritno
Edy Mulyadi, terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian 'jin buang anak' akhirnya divonis 7 bulan 15 hari dan dibebaskan dari penjara, massa adat Dayak tidak terima dan menilai putusan itu tidak adil. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya menjatuhkan vonis 7 bulan 15 hari untuk Edy Mulyadi, terdakwa kasus 'jin buang anak'.

Mendengar vonis tersebut, massa yang berasal dari Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) menyatakan tidak terima karena menilai hukuman bagi Edy Mulyadi itu terlalu ringan dan tidak adil.

Kericuhan pun terjadi usai sidang yang dipimpin Hakim Ketua Adeng AK karena massa melampiaskan kekekesalan terhadap vonis untuk Edy Mulyadi.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan Edy Mulyadi bersalah karena menyiarkan kabar yang tidak pasti.

Baca juga: Sidang Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Tetap Ngotot Tidak Bersalah, Sebut Dakwaan Jaksa Hanya Pesanan

Baca juga: Edy Mulyadi Tetap Ngotot Tak Bersalah, Eksepsi Ditolak Hakim: IKN Itu Proyek Ugal-ugalan

Baca juga: Majelis Adat Dayak Kawal Sidang Jin Buang Anak Edy Mulyadi: Kami Maafkan Tapi Hukum Berat Dia

"Mengadili, menyatakan, terdakwa Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan menyiarkan kabar yang tidak pasti atau tidak lengkap sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut menduga kabar demikian dapat menimbulkan keonaran di masyarakat," kata Hakim Ketua Adeng AK, Senin (12/9/2022)..

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa yakni 7 bulan 15 hari" imbuhnya.

Setelah membacakan vonis, Hakim Adeng juga langsung memerintahkan agar Edy Mulyadi segera dikeluarkan dari tahanan.

"Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," kata hakim.

Belum selesai membacakan amar, massa yang semula tertib duduk di kursi mulai berdiri.

Mereka berteriak dan menyebut putusan hakim tidak adil.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved