Berita Kotim

Penganiayaan di Kotim, Panggil Istri dengan Nada Tinggi, Ayah Mertua Tonjok Menantu Laki-laki

Kasus penganiayaan antara mertua dan menantu terjadi di Kotim, tak terima menantu meneriaki anak perempuannya dan memukul korban hingga terluka

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Dok. Polsek Cempaga Hulu untuk Tribunkalteng.com
Personel Polsek Cempaga Hulu menunjukan lokasi kejadian penganiayaan mertua terhadap menantu, di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu. Pelaku penganiayaan diamankan pihak kepolisian tanpa ada perlawanan sedikit pun. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kasus penganiayaan antara mertua dan menantu terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pasalnya, seorang pria berinisial LL berusia 44 tahun tak terima dengan sikap menantunya, RL berusia 25 tahun, yang dinilai tidak sopan terhadap anak perempuannya.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Desa Tumbang Kolong, Kecamatan Cempaga Hulu.

Tepatnya pada 19 Mei 2022 lalu, namun baru diungkap pada 8 September 2022 seiring dengan ditetapkannya LL sebagai tersangka tindak pidana penganiayaan oleh pihak kepolisian setempat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kotim AKBP Sarpani, melalui Kapolsek Cempaga Hulu, IPDA Ahmad Januar Ganari.

Dia menjelaskan, kejadian ini berawal ketika RL selaku korban datang ke rumah mertuanya untuk menjemput sang istri yang telah berpisah selama 4 hari lantaran ada cekcok rumah tangga.

“Saat sampai di rumah mertuanya korban memanggil nama istrinya dengan nada keras, mendengar panggilan itu ayah mertuanya keluar dari rumah,” jelasnya ketika dikonfirmasi, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Dinkes Kotim Waspadai Penyakit Masa Pancaroba, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Baca juga: Pasar Murah bahan Pangan Kotim, Digelar di 3 Lokasi Sebanyak 2000 Kupon Paket Sembako Ludes

LL seakan tak terima mendengar korban memanggil anaknya dengan nada tinggi, terlebih kala itu sudah pukul 20:00 WIB.

LL langsung keluar rumah untuk menghampiri korban dan tanpa banyak bicara LL langsung melayangkan bogem mentah beberapa kali ke korban.

Akibat kejadian tersebut korban tersungkur ke tanah dengan luka di bagian pipi dan bawah telinga sebelah kanan, serta lebam di kedua bawah mata.

 “Saat itu korban memang sedang punya masalah dengan istrinya, yakni anak pelaku. Sebelum kejadian istri korban sudah menginap di rumah pelaku yang berseberangan dengan rumah korban, hanya dibatasi sungai kecil,” bebernya.

Baca juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Satbinmas Polres Kotim Pantau Seluruh SPBU

Tak terima dengan perlakuan ayah mertua dan setelah pikir panjang, pada Senin (13/6/2022), RL melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat. Dalam hal ini, RL mengajak kakak dan abangnya, yakni SM berusia 30 tahun dan AE berusia 35 tahun sebagai saksi.

Kemudian pada 8 September 2022 dilakukan penahanan sekaligus penetapan tersangka terhadap LL di rumahnya.  Akibat berbuatannya, LL dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KHUP tentang penganiayaan dengan hukuman penjara paling lama 2,8 tahun atau denda maksimal Rp 4,5 juta. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved