Jangan Kaget, Mulai Hari Ini Tarif Ojol Naik Ikuti BBM, Cek Harga Baru Ojek Online di Kalimantan

mulai Sabtu (10/9/2022) hari ini tarif ojek online juga ikut naik, cek harga baru ojol untuk wilayah atau zonasi Kalimantan

Editor: Dwi Sudarlan
Polresta Palangkaraya untuk BPost
Para pengemudi ojek online di Palangkaraya saat mendapat pengarahan dari polisi, mulai Sabtu (10/9/2022) ini tarif ojol naik, mengikuti kenaikan harga BBM. 

TRIBUNKALTENG.COM - Tidak lama setelah kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi, mulai Sabtu (10/9/2022) hari ini tarif ojek online juga ikut naik, cek harga baru ojol untuk wilayah atau zonasi Kalimantan.

Para pengguna ojek online jangan kaget bila mulai hari ini tarif ojol berubah lebih mahal.

Pasalnya, berlaku mulai ini berlaku tarif baru ojek online setelah terbitny Keputusan Menteri Perhubungan tentang kenaikan tarif ojol.

Yakni, Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 667 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi, pada 7 September 2022 kemarin.

Baca juga: Kader PDIP Langsung Bela Puan Maharani yang Disindir Tidak Lagi Nangis Saat Harga BBM Naik

Baca juga: NEWS VIDEO, Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD

Baca juga: NEWS VIDEO, Ratusan Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan BBM, Bakar Ban di Depan Kantor DPRD Kalteng

"Waktu pelaksanaan kenaikan ini diberi waktu 3 hari sejak tanggal penetapan keputusan ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno.

Disebutkan, penyesuaian biaya jasa atau tarif ojol dilakukan seiring adanya kenaikan harga BBM, komponen UMR dan faktor lainnya.

“Untuk komponen penyesuaian biaya jasa ojek online ada 3 komponen, di antaranya biaya pengemudi yaitu kenaikan UMR, asuransi pengemudi, biaya jasa minimal order 4 KM, dan kenaikan harga BBM,” ucap Hendro.

Ia menjelaskan, penyesuaian tarif ojol pada tahun ini diputuskan adanya kenaikan yaitu untuk zona I dari batas bawah Rp 1.850 naik ke Rp 2.000 atau kenaikan 8 persen.

"Untuk batas atas dari Rp2.300 naik menjadi Rp 2.500 yaitu naik 8,7 persen. Dan biaya jasa minimal menjadi Rp 8.000-Rp 10.000,” tuturnya.

Sementara untuk zona II terjadi kenaikan biaya batas bawah sebesar 13,33 persen dan batas atas sebesar 6 persen jika dibandingkan dari KP548 Tahun 2020.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved