Berita Kotim

Banjir di Wilayah Utara Kotim Kalteng Meluas, 12 Desa dan Ratusan Rumah Terendam

Banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Kotim, kini kembali meluas pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi, yang terjadi hampir sepekan ini

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
HO Warga untuk Tribunkalteng.com
Kondisi Banjir di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, Aktivitas masyarakat nyaris macet total. Mobilitas pun hanya bisa dilakukan dengan menggunakan perahu, pada Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Sempat surut banjir yang melanda wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini kembali meluas pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi, yang terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir.

Disertai sungai meluap, sedikitnya 12 desa di 4 kecamatan Wilayah Utara Kotim dan ratusan rumah warga terendam banjir.

“Intensitas hujan diatas normal yang selama berhari-hari ini terjadi di daerah hulu (utara) menyebabkan terjadinya banjir dan memang yang banjir ini posisinya di sekitar bantaran sungai,” kata Rihel, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sabtu (10/9/2022).

Ia menjelaskan, Wilayah Utara Kotim ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahun, sehingga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi ditambah durasi yang cukup lama akan berpotensi besar menyebabkan banjir.

Apalagi jika dibarengi dengan air pasang sungai. Hal tersebut lah yang terjadi belakangan ini.

Masyarakat pun yang terbiasa dengan kondisi ini umumnya telah mengambil tindakan antisipasi, diantaranya dengan membangun pondasi rumah yang lebih tinggi.

Baca juga: Banjir di Kalteng, 3 Kecamatan di Utara Kotim Terendam, Personel BPBD Langsung Turun ke Lokasi

Baca juga: Pasar Murah bahan Pangan Kotim, Digelar di 3 Lokasi Sebanyak 2000 Kupon Paket Sembako Ludes

Namun, tetap saja tidak bisa 100 persen menghindari dampak banjir. Terutama yang berada di pinggiran sungai.

Sungai yang tak mampu menampung besarnya debit air hujan akhirnya meluap dan menggenangi desa-desa yang berada disekitarnya.

Seperti yang terjadi saat ini, setidaknya 12 desa yang terendam dengan ketinggian debit air berkisar 50 cm sampai 150 cm dari permukaan jalan.

“Sebagian sudah ada yang sampai masuk ke dalam rumah, tapi kedalamannya bervariasi. Ada yang 5 cm hingga 20 cm dari permukaan lantai,” lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved