Berita Kalbar

Maling di Sambas Kalbar Gasak Gas Elpiji 3 Kg Sekaligus Lakukan Tindak Asusila Anak di Bawah Umur

pelaku pencurian EF iduga melakukan tindak pidana pencurian dan asusila di Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

Editor: Sri Mariati
Kompas.com/istimewa
Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur disertai pencurian di Sambas, Kalimantan Barat. 

TRIBUNKALTENG.COM – Menyelam sambil minum air, mungkin itu yang ada dipikiran seorang pencuri berinisial EF. Dirinya diduga melakukan tindak pidana pencurian dan asusila Anak di bawah umur di Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Hal itu dikatakan Kapolsek Pemangkat Kompol Firah Meydar Hasan, Kamis (8/9/2022) kemarin.

"Benar telah terjadi dugaan tindak pidana perbuatan cabul dan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada Minggu (28/8/2022)," katanya.

Kompol Firah Meydar mengatakan, penangkapan tersangka berinisial EF pada Minggu (28/8/2022), pukul 10.30 WIB. Ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian.

"Diamankan pada pukul 10.30 di Jalan M Sohor RT 001 RW 011 Desa Pemangkat Kota. Pada saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani," katanya.

Baca juga: Pelaku Kasus Tindak Asusila Siswa SMA di Ketapang Kalbar Bertambah, Giliran Anak Jadi Tersangka

Baca juga: Oknum Guru Honorer Ditangkap Polres Bengkayang, Lakukan Tindak Asusila Terhadap Anak di Bawah Umur

Tersangka EF pun kemudian dibawa ke Mapolsek Pemangkat untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka disangkakan pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo pasal 53 KUHP dan Pasal 363 KUHP.

"Polisi mengamankan sehelai baju warna biru lengan pendek bermotif tulisan lovely bears, sehelai celana panjang, 1 lembar akta kelahiran, satu tabung gas elpiji 3 kilogram hijau, dan sehelai celana jeans warna biru," katanya.

Kronologis Kejadian

Kejadian itu bermula ketika terduga tersangka masuk ke dalam rumah pelapor melalui jendela samping dengan cara menarik hingga terbuka. Kemudian terduga pelaku menuju dapur untuk mencuri tabung gas elpiji 3 kilogram.

Kemudian, terduga pelaku keluar melalui jendela samping untuk meletakkan tabung gas elpiji 3 kilogram yang dicuri itu di luar rumah. Pelaku kemudian kembali masuk ke dalam rumah hendak melakukan pencabulan.

"Kemudian terlapor masuk lagi ke dalam rumah pelapor dan menuju ke kamar anak pelapor yang mana pelapor sebelumnya tidak mengetahui peristiwa tersebut dikarenakan pelapor sedang tidur di dalam kamarnya yang terpisah dengan kamar anaknya," jelasnya.

Baca juga: Seorang Ayah di Berau Tega Lakukan Tindak Asusila ke Anak Tirinya, Pelaku Terancam 15 Tahun di Bui

Dia mengatakan, pelapor kemudian terbangun dari tidurnya setelah mendengar teriakan anaknya. Pelapor pun bergegas menuju kamar anaknya dan diberitahukan bahwa terjadi aksi pencabulan dilakukan EF.

"Pelapor langsung keluar rumah sambil berteriak meminta tolong kepada tetangga, dan memberitahukan kejadian itu," ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, akibat kejadian itu pelapor dan korban mengalami trauma dan kekhawatiran. Pelapor pun meminta kasus itu ditindak sesuai proses hukum yang berlaku.

"Atas peristiwa tersebut pelapor dan korban mengalami trauma dan kekhawatiran terhadap anaknya tersebut, sehingga korban meminta untuk dilakukan proses hukum yang berlaku," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Kejahatan Seksual Kembali Terjadi di Sambas, Kali Ini Dibarengi Pencurian Isi Rumah

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved