Berita Palangkaraya

DLH Palangkaraya Pasang Terpal Geomembran, Manfaatkan Sampah Jadi Gas Metan untuk Warga TPA

DLH Palangkaraya memasang terpal geomembran guna menutupi sampah, tidak menggunakan sistem open dumping menggunakan tanah.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
DLH Palangkaryaa untuk Tribunkalteng.com
Tumpukan sampah di TPA jalan Tjilik Riwut Km 14, Palangkaraya telah ditutup menggunkan geomembran. 

TRIBUN KALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palangkaraya telah memasang terpal geomembran guna menutupi sampah, tidak menggunakan sistem open dumping menggunakan tanah.

Penggunaan terpal geomembran tersebut dikarenakan menyisiatinya kondisi saat ini, harga tanah yang mahal serta ongkos operasional transportasi BBM membengkak.

Selain itu, berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir sampah Jalan Tjilik Riwut Km 14, DLH Palangkaraya juga memanfaatkan sampah menjadi gas metan.

Melalui instalansi gas metan tersebut, warga sekitar TPA dapat memanfaatkan untuk memasak secara gratis, mengurangi penggunaan bahan bakar elpiji.

"Untuk sampahnya sendiri sudah dibangun instalansi pemanfaatan gas metan. Saat ini sudah berhasil dimanfaatkan menjadi bahan bakar," kata Kadis DLH Achmad Zaini, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Pemko Palangkaraya Awasi Limbah Medis B3, DLH Sosialisasikan Persyaratan Pengelolaan Limbah

Baca juga: Pelayanan Terus Dimaksimalkan, Untuk Akreditasi UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup DLH Kotim

Pihaknya telah melakukan upaya pengurangan sampah di Kota cantik dengan berbagai upaya yang telah diatur Peraturan Daerah yang berlaku.

"Kegiatan pengurangan sampah saat ini kami lihat efektif. Karena dari timbunan sampah setiap hari sekitar 150 ton itu berkurang signifikan," jelasnya.

Dilihat dari catatan jembatan timbang yang berada di TPA saat ini 100-110 ton. Sehingga mengurangi beban kapasitas TPA di Palangkaraya.

Baca juga: Palangkaraya Masuki Kemarau Basah, DLH Sosialisasikan Larangan Bersihkan Lahan Dengan Membakar

Surat edaran Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin telah dibuat untuk mengatur mengurangi sampah plastik, yang setiap harinya 15 persen dari total sampah.

Masyarakat diimbau mengurangi sampah plastik, seperti melalui langkah sederhana saat berbelaja menggunakan tas sendiri dan telah membuat komitmen di ratusan gerai mendukung gerakan pengurangan sampah plastik. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved