Berita Palangkaraya

Ditreskrimum Polda Kalteng Ungkap Pabrik Miras Ilegal Jenis Arak, Ratusan Dus Miras Siap Edar Disita

Ditreskrimum Polda Kalteng berhasil ungkap kasus pabrik bahan minuman keras (Miras), jenis Arak di Kotawaringin Timu, ratusan dus miras disita

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Ditreskimum Polda Kalteng mengamankan barang bukti miras ilegal jenis arak di Kotawaringin Timur, beberapa hari lalu. 

Ia mengatakan, kita tidak tahu kandungan di dalam minuman tersebut, apakah layak untuk dikonsumsi atau tidak.

Ditreskrimum Polda Kalteng akan melakukan uji laboratorium di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalteng untuk mengetahui hasilnya.

“Ini bukan kasus pertama yang saya ungkap, sudah sering saya ungkap terkait pabrik miras ilegal. Terutama saat bertugas di daerah lain,” ujar Kombes Pol Faisal.

Saat melakukan penggerebekan pada 2 pabrik miras ilegal, petugas berhasil mengamankan 3 pelaku.

Diketahui para pelaku berinisial LU (44), CH (67), dan BN (55) yang merupakan warga Sampit.

Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang dibawa ke Mapolda Kalteng.

“Barang bukti yang diamankan dari TKP pabril Jalan Jenderal Sudirman Km 9, Sampit ialah 213 drum cairan fermentasi arak, 2 tungku, 300 dus minuman arak sial edar, dan 18 karung beras 50 kg,” papar Kombes Pol Faisal.

Lebih lanjut, 5 mesin penyulingan arak, 1 alat ukur kadar alkohol, dan 1 buah tabung gas 12 kg.

Kemudian, pada gudang penyimpanan di Jalan H Imran, Sampit ditemukan pula 25 karung ragi, 38 dus minuman arak, 3 pack segel botol, dan 20 drum berisi fermentasi arak.

Baca juga: Dua Karyawan di Kotabaru Kalsel Tewas Diduga Usai Keracunan Minum Miras Oplosan

“Lalu ada pula 1 set panci dan tungku, 2 buah tabung gas 12 kg, 1 karung gula pasir dengan berat 20 kg, 1 ember ragi, 4 jeriken berisi arak, dan 1 alat pengukur kadar alkohol,” paparnya.

“Untuk peredaran, ketiga tersangka yang berhasil diamankan petugas hanya menjual kepada orang yang kemudian dijual kembali oleh tangan kedua,” ungkap Kombes Pol Faisal.

Akibat perbuatan para pelaku, kini mereka harus menjalani proses hukum yang berlaku.

“Kepada tiga tersangka, mereka dikenakan pasal 204 ayat 1 KUHP dan Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 huruf G dan I Undang-Undang RI nomor 8 tahun 1999 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau pidana penjara selama 2 tahun serta denda Rp. 2 Miliar,” ungkap Dirreskrimum.

Ia pun memberikan himbauan terkait konsumsi minuman keras ilegal yang beredar luas di masyarakat Kalimantan Tengah.

“Masyarakat jangan segan untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian terutama kasus miras ilegal. Jangan setelah ada korban, baru melapokan ke polisi. Hal ini sebagai langkah pencegahan terjadinya semakin banyak korban,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved