Berita Kalbar

Banjir Bandang di Sintang, Fasilitas dan Perlengkapan Belajar SDN 18 Jelemuk Hanyut Tersapu Air

luapan Sungai Sekapat mengakibatkan terjadinya banjir badang. Salah satu yang terdampak adalah fasilitas di SDN 18 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Sintang

Editor: Sri Mariati
Banjir Bandang di Sintang, Fasilitas dan Perlengkapan Belajar SDN 18 Jelemuk Hanyut Tersapu Air
dok tribunkalteng
Ilustrasi, terjadi banjar di Sintang, Kalbar.

TRIBUNKALTENG.COM – Akibat luapan Sungai Sekapat mengakibatkan terjadinya banjir badang. Salah satu yang terdampak adalah fasilitas di SDN 18 Jelemuk, Desa Kayu Dujung, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu.

Terutama buku-buku pelajaran siswa banyak yang hanyut dan rusak karena tersapu banjir bandang tersebut.

Pasca banjir, buku yang terendam banjir sudah diupayakan untuk dijemur oleh para guru, supaya bisa digunakan.

"Pasca banjir, banyak perlu bantuan, buku-buku pelajaran, alat tulis siswa dan lainnya, karena banyak yang hanyut akibat banjir bandang," kata Reni Fransiska, guru setempat, Kamis (8/9/2022).

Reni, termasuk korban terdampak banjir. Rumah dinasnya juga terendam. Mesin dompeng dan generator sekolah juga rusak.

"Mesin dompeng yang tidak sempat diselamatkan karena air naik begitu cepat. Udah rusak, gak bisa dipakek, soalnya terendam banjir," ujar Reni.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Kayu Jujung, Supriyanto yang diterima Tribunpontianak, banjir merendam empat dusun.

Dusun Jelemuk paling terdampak parah. 70 uni rumah terdampak. Engkirap 67.

Baca juga: Banjir di Kalbar, 200 KK Warga Desa Kayu Sintang Terendam Air Akibat Sungai Sekapat Meluap

Sementara dusun Nanga Sarang ada 20 unit rumah dan Dusun Demian Gerai, 10 rumah dan Dusun Sungai Puang 15 rumah.

Banjir juga merendam infrastruktur dan fasilitas umum seperti bendungan air bersih Jelemuk dan Nanga Serang tertimbun tanah dan batu.

Jembatan sungai terlibat pandai longsor. Jalan poros jelemuk menuju sungai pulang tertimbun tanah longsor.

"Buku pelajaran dan ATK SD 14 jelemuk dan SMPN 10 Ketungau Tengah terendah banjir," kata Supriyanto, Sabtu 3 September 2022.

Dampak banjir luapan sungai sekapat menyebabkan 182 rumah terdampak. Bukan itu saja, pupuk kurang lebih 20 ton juga terendah air. Ada pula padi warga kurang lebih 5 ton.

Selain itu, terdapat 1 rumah warga jebol diterjang banjir di Nanga Sarang. Ada pula iklan nila dan lele kurang lebih 10 ribu ekor.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved