Berita Kotim

Awas Penipuan! Dinkes Kotim Tegaskan Sertifikasi Vaksin Tanpa Suntik Hanya Hoaks

Kepala Dinkes Kotim menegaskan tidak melayani pembuatan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa melalui prosedur suntik atau penerima vaksin secara langsung

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Pemeriksaaan dan pengecekan data diri dan kesehatan oleh tenaga kesehatan kepada salah seorang warga sebelum menjalani vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi, menegaskan pihaknya tidak melayani pembuatan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa melalui prosedur suntik atau penerima vaksin secara langsung.

Adanya iklan di media sosial (medsos) mengenai sertifikasi vaksin tanpa suntik pun dinyatakan sebagai hoaks atau kabar palsu belaka.

“Kami dari Dinkes dan jajaran tidak pernah menawarkan promosi semacam itu. Dalam pembuatan sertifikat vaksin ini tentu harus melalui prosedur yang berlaku, yakni dengan suntik vaksin,” tegas Umar, ketika dikonfirmasi, Kamis (8/9/2022)

Untuk diketahui, belakangan ini masyarakat Kotim ramai memperbincangkan adanya penawaran jasa pembuatan sertifikat vaksin tanpa suntik yang diiklankan melalui Medsos.

Tak sedikit yang tergiur untuk menggunakan jasa tersebut, karena dinilai praktis, khususnya bagi orang-orang yang takut atau tak ingin disuntik.

Baca juga: Dinkes Kotim Waspadai Penyakit Masa Pancaroba, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Baca juga: 15 Personel Disdamkarmat Kotim Evakuasi Buaya, Sepuluh Tahun Sempat Jadi Piaraan Warga Sampit

Apalagi pada iklan itu mengklaim bahwa sertifikat vaksin tersebut terjamin asli dan terdaftar di Aplikasi peduliLindungi.

Menanggapi hal tersebut Umar menyampaikan 3 hal yang harus menjadi perhatian masyarakat agar terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan instansi kesehatan.

Pertama, Dinkes Kotim dan unit kerja selalu melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 setiap hari sepanjang stok vaksin tersedia dan itu gratis, tanpa dipungut biaya apapun.

Kedua, Dinkes Kotim dan seluruh jajarannya, baik itu di rumah sakit maupun puskesmas, tidak pernah menawarkan kepada masyarakat untuk mendapatkan sertifikat vaksin dan terdaftar di pedulilindungi tanpa melalui prosedur suntik vaksin.

“Dan ketiga, kami mohon masyarakat berhati-hati terhadap upaya penipunan dengan modus jasa sertifikasi vaksin tanpa suntik dan sebagainya,” lanjutnya.

Baca juga: Cegah Penularan Cacar Monyet, Dinkes Kotim Minta Masyarakat Terapkan PHBS

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved