PT Pegadaian

Ketok Palu, Pegadaian Menang Telak Atas Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas

PT Pegadaian menang atas gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Editor: Dwi Sudarlan
PT Pegadaian
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menjelaskan keputusan Majelis Hakim Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memutuskan Pegadaian menang atas gugatan pelanggaran hak cipta Tabungan Emas. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai oleh Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Selasa (6/9/2022) akhirnya memutus perkara Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas..

Amar putusannya menyatakan, Gugatan Penggugat Ditolak Untuk Seluruhnya dan Membebankan Biaya Perkara Kepada Penggugat.

Diberitakan sebelumnya, PT Pegadaian digugat atas dugaan pelanggaran hak cipta produk Tabungan Emas.

Tak main-main, nilai gugatan tersebut mencapai Rp 322,5 miliar.

Gugatan ini diajukan oleh seseorang bernama Arie Indra Manurung dengan Nomor Perkara: 40/Pdt.Sus-HakCipta/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst yang didaftarkan pada 10 Mei 2022.

Dalam gugatannya, Arie menyebut  sebagai pihak yang pertama kali menciptakan sistem investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut ”Goldgram”.

Kepala Departemen Komunikasi PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menyatakan bersyukur atas putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Putusan ini membuktikan bahwa perusahaan benar-benar menjunjung tinggi tata kelola perusahan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

“Setiap produk maupun layanan yang dimiliki Pegadaian selalu dirancang dengan cermat. Berbagai kajian dilakukan sebelum diluncurkan kepada masyarakat, misalnya kajian hukum, kajian bisnis maupun kajian risikonya. Setiap produk dan layanan Pegadaian juga selalu mematuhi regulasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ucap Basuki.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menjelaskan keputusan Majelis Hakim Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memutuskan Pegadaian menang atas gugatan pelanggaran hak cipta Tabungan Emas.
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menjelaskan keputusan Majelis Hakim Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memutuskan Pegadaian menang atas gugatan pelanggaran hak cipta Tabungan Emas. (Pegadaian)

Dengan keputusan tersebut diharapkan masyarakat tidak ragu-ragu lagi untuk menggunakan produk dan layanan Pegadaian.

Sebagai market leader di Industri Pergadaian, PT Pegadaian menjadi rujukan tata kelola bisnis bagi para pelaku bisnis gadai lainnya.

Ilustrasi transaksi di Pegadaian. PT Pegadaian menang atas gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Ilustrasi transaksi di Pegadaian. PT Pegadaian menang atas gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (PT Pegadaian)

Secara terpisah PT Pegadaian telah mengajukan Gugatan dengan nomor register perkara: 52/Pdt.Sus-Hak Cipta/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst. tanggal 27 Juni 2022  tentang Pembatalan Pendaftaran atau Pencatatan Ciptaan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI, cq Dirjen Kekayaan Intelektual terhadap Surat Pendaftaran atau Pencatatan Ciptaan Nomor 050094, Nomor Permohonan C00201003818, Tanggal  28 Oktober 2010 Tanggal dan tempat diumumkan pertama kali 1 Januari 2010, di Jakarta atas nama Arie Indra Manurung, Jenis Ciptaan Karya Tulis dengan judul “Goldgram”

Dalam gugatannya, Pegadaian memohon agar majelis hakim menyatakan Surat Pencatatan atau Pendaftaran Ciptaan Jenis Karya Tulis Berjudul Goldgram tersebut tidak memenuhi unsur keaslian sesuai Standar Perlindungan Hak Cipta (standard of copyrightability)  vide Pasal 1 Angka 1 , Angka 2 , Angka 3 juncto A Pasal 40 Ayat (1) Huruf a) juncto Pasal 64 Ayat ( 1) dan Ayat (2 ) serta Pasal 72 UU Nomor 28 Tahun 2014. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved