Mata Lokal Memilih Kalteng

Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan 10.500 Anggota Parpol Bermasalah, Paling Banyak di Kobar

Bawaslu temukan dugaan temuan 10.500 keanggotaan bermasalah, paling banyak terjadi di Kotawaringin Barat (Kobar) verifikasi pemilu 2024

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Kantor Bawaslu Kalteng di Jalan G Obos, Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Tengah, melakukan pencermatan dan membuka layanan aduan masyarakat terkait verifikasi administrasi peserta pemilu 2024.

Berdasarkan ketentuan Pasal 180 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Surat Edaran Bawaslu Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2022.

Tentang Pengawasan Tahapan Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum tahun 2024 dan berdasarkan Surat Himbauan Bawaslu RI Nomor 305/PM.00.00/K1/08/2022 tanggal 23 Agustus

Mengenai pengawasan atas pelaksanaan verifikasi adminitrasi partai politik calon peserta Pemilu yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Diungkapkan penanggung jawab tim fasilitasi pendaftaran, verifikasi dan penetapan Partai Politik (Parpol) peserta pemilu 2024, Bawaslu Kalteng, Rudyanti Doretea Tobing menemukan 10.500 keanggotaan parpol diduga bermasalah.

Permasalahan tersebut meliputi, anggota ganda eksternal dan internal, tidak memenuhi syarat (TMS) dan pencatutan.

"Bawaslu melakuka pengawasan melalui SIPOL, namun sayangnya SIPOL tidak bisa diakses dengan maksimal. Masih terdapat kendala," kata Rudyanti Doretea Tobing, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: Ketua Bawaslu Kalteng Ungkap, 6 Jajaran Bawaslu Kabupaten Tercatat Dikeanggotaan Parpol Dalam Sipol

Baca juga: Sepuluh Badan Adhoc KPU Kalteng Meninggal dan Satu Cacat Tetap Saat Pilkada Diberikan Santunan

Kendati mengalami kendala mengakses SIPOL, Bawaslu Kalteng melalui Bawaslu yang ada di 14 kabupaten kota berhasil melakukan pencermatan dan melayani aduan masyarakat.

Diketahui, Kabupaten Kotawaringin Barat paling banyak ditemukan permasalahan. 2.167 anggota ganda internal, 30 anggota ganda internal, 7 anggota TMS, dan 1 anggota pencatutan.

Kabupaten Sukamara paling rendah, 67 anggota ganda internal, 2 anggota ganda eksternal, 4 anggota TMS, dan 1 orang anggota pencatutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved