Berita Kotim

12 Tahun Merawat, Tangisan Warga Sampit Ini Pecah Saat “Lisa” Si Buaya Dibawa Tim BKSDA

Reni, seorang warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tak kuasa menahan tangis kala buaya yang dirawatnya selama 12 tahun itu dibawa pergi

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Reni, wanita yang ditugaskan merawat buaya muara oleh majikannya tak kuasa menahan tangis ketika buaya tersebut akan dibawa oleh pihak BKSDA. Kalteng, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Momen dramatis mewarnai detik-detik kepergian ‘Lisa’, seekor buaya muara yang dievakuasi oleh tim BKSDA Kalteng SKW II Pangkalanbun untuk dilepasliarkan di kawasan konservasi.

Reni, seorang warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tak kuasa menahan tangis kala buaya yang dirawatnya selama 12 tahun itu dibawa pergi, Rabu (7/9/2022).

Meski tak secara langsung memelihara, Reni yang ditugaskan oleh majikannya untuk merawat satwa tersebut selama belasan tahun.

Sehingga, kasih sayangnya kepada mahkluk itu pun muncul. Rasa kehilangan mulai terlintas dibenaknya ketika memikirkan tidak akan ada lagi rutinitas memberi makan satwa itu setiap hari.

“Pasti kangen. Karena saya yang merawat selama ini. Tapi ini untuk kebaikan dia juga, jadi tidak apa-apa kalau dibawa petugas,” tuturnya.

Perasaan haru pun dialami oleh rekannya, bernama Juki, yang juga ditugaskan untuk merawat satwa yang terkenal buas tersebut.

Baca juga: Evakuasi Buaya Sepanjang 2 Meter di Sampit, Personel SKW II BKSDA Kalteng Sempat Alami Kesulitan

Mata Juki tampak berkaca-kaca ketika buaya betina dengan panjang 2 meter itu dimuat ke mobil BSKDA.

Namun, mereka menyadari bahwa ini adalah untuk kebaikan satwa itu agar bisa kembali ke habitat aslinya dan bertemu dengan buaya lainnya kemudian berkembang biak.

“Ikhlaskan saja biar dia senang, supaya dapat teman baru juga di sana,” ucapnya.

Evakuasi satwa liar dilindungi Undang-Undang (UU) itu berlokasi di Jalan Lembaga, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tepatnya di halaman belakang Rumah Makan (RM) Bambu kuning.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved