Kotim Habaring Hurung

Pasar Murah Bahan Pangan Kotim, Kerjasama Pemkab & BI Kalteng Diserbu Kalangan Emak-emak

Pasar Murah Pemkab Kotim dan BI Kalteng, diserbu warga terutama kaum ibu sehingga pembelian barang berdesakan hingga petugas kewalahan.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Pasar Murah Pemkab Kotim dan BI Kalteng, diserbu emak-emak sehingga pembelian barang berdesakan hingga petugas kewalahan. Aksi saling dorong emak-emak di Kotim tersebut untuk mendapatkan bahan pangan murah pada kegiatan Pasar Murah yang digelar oleh Pemkab Kotim bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalteng. Warga berebut membeli bahan pangan murah hingga mengabaikan ketertiban. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pasar Murah Pemkab Kotim dan BI Kalteng, diserbu warga terutama kalangan emak-emak sehingga pembelian barang berdesakan hingga petugas kewalahan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kotim bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar pasar murah untuk menekan inflasi bahan pangan.

Namun, antusiasme masyarakat yang begitu tinggi nyaris menyebabkan kericuhan, hingga membuat petugas kewalahan. Para pembeli yang didominasi emak-emak yang saling dorong dan berebut untuk dapat membeli bahan pangan murah, karena takut tak kebagian.

 “Ya mau bagaimana lagi, kalau enggak cepat-cepat nanti enggak kebagian. Barangnya kelihatannya tidak banyak, sedangkan masyarakat yang mengantre membeludak,” kata Irma, salah seorang pembeli di pasar murah yang digelar di Jalan Yos Sudarso, depan Taman Kota Sampit, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Kendalikan Inflasi di Kalimantan Tengah, Pasar Murah Kotim Akan Digelar Akhir Agustus 2022 ini

Baca juga: Penemuan Bayi Lelaki di Kabupaten Banjar Kalsel, Ditangani Puskesmas Mataraman Kondisi Bayi Sehat

Baca juga: Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Sampaikan Aspirasi Lewat Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD

Pasalnya, disamping antusiasme masyarakat kondisi ini diperparah adanya keterlambatan pembukaan pasar murah, yang seharusnya dimulai pada pukul 9:00 WIB tapi malah mundur ke pukul 10:00 WIB. Padahal, sebagian besar warga sudah mengantre dari pukul 8:00 WIB.

“Kami sudah mengantre dari pagi, kalau sampai kehabisan kan sayang,” ujar Maya, warga lainnya.

Situasi paling parah terjadi di stan penjualan beras dan minyak goreng murah yang ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kotim.

Akibat warga yang tak sabaran dan saling dorong meja yang digunakan untuk melayani pembeli sampai rusak dan tak jarang kemasan beras yang bocor hingga isinya berceceran.

Petugas beberapa kali terpaksa menghentikan pelayanan dan mengancam tidak akan menjual bahan pangan kepada warga jika tidak mau tertib dalam membeli.

Antusiasme warga ini semata-mata tergiur harga murah yang ditawarkan. Sebab, semua bahan pangan yang dijual di pasar murah tersebut telah mendapat subsidi dari pemerintah, sehingga harganya dibawah standar pasar.

Beberapa komoditi pangan yang dijual pada pasar murah tersebut antara lain, bawang merah Rp 30 ribu per kilogram sementara harga pasaran Rp 35 ribu per kilogram, minyak goreng kemasan dari 14 ribu menjadi Rp 10 ribu per liter, telur ayam ras dari kisaran Rp 60 ribu menjadi Rp 45 ribu per sap, beras siam epang ukuran 10 kilogram dari Rp 150 ribu menjadi Rp 100 ribu, dan cabai rawit dari Rp 70 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Tak hanya di depan Taman Kota Sampit, kegiatan ini juga digelar di dua lokasi lainnya, yakni di Kantor Kecamatan Baamang dan Kantor Kelurahan Ketapang.

Sementara itu, Camat Mentawa Baru Ketapang, Eddy Hidayat Setiadi, menyampaikan dalam kegiatan ini pihaknya turut diminta oleh TPID Kotim untuk membantu pelaksanaan pasar murah, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat dan pembagian kupon paket sembako murah.

Baca juga: Akhir Unjuk Rasa Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Waket DPRD Serahkan 3 Rekomendasi

Baca juga: Penemuan Bayi Laki-laki di Kabupaten Banjar Kalsel, Berat 3 Kg Panjang 52 Cm Ditemukan di Warung

Baca juga: NEWS VIDEO, Mahasiswa Kotim Tolak Kenaikan Harga BBM, Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD

Di kecamatan tersebut, pihaknya mendapat jatah 900 kupon yang dibagi dua, yakni 400 kupon untuk di pasar murah di Taman Kota Sampit dan 500 kupon di Kelurahan Ketapang.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab Kotim, khususnya TPID, karena dengan adanya pasar murah ini mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat ditengah kondisi seperti saat ini,” ucapnya.

Eddy menambahkan, dengan kegiatan semacam ini diharapkan dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19.

Ditambah lagi, pasca kenaikan harga BBM baru-baru ini, diharapkan pasar murah ini dapat membantu menekan potensi terjadinya inflasi bahan pangan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved