Berita Palangkaraya

Organda & Dewan Transportasi Kalteng Bakal Bahas Pembatasan Kenaikan Tarif Angkutan Penumpang

Kenaikan harga BBMternyata mempengaruhi Tarif angkutan transportasi darat. Sebab itu Organda & Dewan Transportasi Kalteng akan membatasi kenaikannya.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Seorang petugas salah satu PO Bus saat menunggu penumpang di Terminal WA Gara, Palangkaraya. Kenaikan harga BBMternyata mempengaruhi Tarif angkutan transportasi darat. Sebab itu Organda & Dewan Transportasi Kalteng akan membatasi kenaikannya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Kenaikan harga BBMternyata mempengaruhi Tarif angkutan transportasi darat. Sebab itu Organda & Dewan Transportasi Kalteng akan membatasi kenaikannya.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) atas kebijakan pemerintah ternyata mempengaruhi Tarif angkutan transportasi darat. 

Sebab itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalimantan Tengah (Kalteng) merespon kenaikan harga BBM sabtu lalu tersebut untuk memberikan flapon batas kenaikannya.

Ketua Organda Kalteng Ducun Helduk Umar menuturkan pihaknya masih menggodog batas tarif angkutan transportasi darat, agar harganya tidak terlalu melambung tinggi. 

Pihaknya menunggu membahas persoalan tersebut dengan Dewan Transportasi, karena bakal ada penyesuaian tarif trasportasi baru.

Baca juga: Ketua DPRD Kalteng Wiyatno Temui Massa Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Bakal Salurkan Aspirasi

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Palangkaraya, Massa Aksi Deadline DPRD Kalteng 3x24 Jam

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalteng, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Waspada Ancaman Banjir

"Sekarang ini kita masih menunggu dari Dewan Transportasi untuk dilakukan pembahasan bersama dan akan ada berapa penyesuaian tarif angkutan pasca-kenaikan harga BBM," kata Ducun Helduk Umar, Senin (5/9/2022). 

Menurutnya, Perusahaan Otobus bakal diberlakukan batas atas kenaikan tarif sebesar 5 persen hingga 10 persen dari harga sekarang

"Itu yang kami ajukan. Semua penyesuaian tarif baru ini akan dibahas bersama dengan Dewan Transportasi," beber Ducun Helduk Umar. 

Dia menambahkan, Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi akan merugi jika tarif tidak dinaikkan. 

Mengingat Harga BBM jenis Pertalite naik menjadi Rp 10 ribu perliter, Pertamax Rp 14.850 dan Solar subsidi Rp 6.800.

Kendati demikian, Ducun Helduk Umar sudah melakukan pendekatan ke perusahaan transportasi dan pelaku transportasi untuk memberikan pemikiran dan pandangannya. 

"Mudah-mudahan bisa disepakatilah, Dewan Transportasi Daerah yang di dalamnya ada pihak-pihak terkait. Kami berupaya memberikan konsep," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved