Berita Kotim

Banjir di Sampit, Curah Hujan Tinggi Akibatkan Jalan & Halaman Rumah Warga Terendam

Banjir di Sampit. Sejumlah ruas jalan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng terendam akibat hujan deras yang mengguyur Kota Mentaya.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Banjir di Sampit. Kondisi banjir di Jalan Anang Santawi, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pasca hujan dengan durasi yang cukup lama melanda wilayah tersebut pada Senin (5/9/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Banjir di Sampit. Sejumlah ruas jalan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terendam akibat hujan deras yang mengguyur Kota Mentaya.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang melanda Kota Sampit, Minggu (4/9/2022) sejak siang sampai malam hari menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Debit air tinggi mengakibatkan banjir bervariasi dari 10 cm hingga 70 cm dari permukaan tanah.

Sejumlah wilayah yang terendam banjir antara lain, Jalan D.I Panjaitan, Jalan Suprapto, Jalan Anang Santawi, Jalan Anggur IV, Jalan Anggur V, Jalan Kopi Selatan, dan lain-lain.

Baca juga: Banjarbaru Diguyur Hujan, Permukiman Warga Langganan Banjir di Cempaka Terendam

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Palangkaraya Demo Tolak Kenaikan BBM, Bakar Ban di Depan Kantor DPRD Kalteng

Baca juga: Jatuh Dari Motor Terpental Masuk ke Bawah Truk, Haspi Meninggal di Jalan Gunung Kupang Banjarbaru

Salah seorang warga di Jalan Anang Santawi, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rokhim, menuturkan lingkungan tempat tinggalnya memang sudah langganan dilanda banjir setiap kali hujan dengan intensitas cukup tinggi turun dengan durasi yang lama.

Sehingga, banjir yang terjadi sekarang tidak lagi membuat mereka kaget.

“Setiap tahun seperti ini terus kalau ada hujan, apalagi kalau berbarengan air pasang. Tapi sekarang sudah mendingan, karena banjirnya hanya di halaman tidak sampai masuk ke rumah,” ujarnya, Senin (5/9/2022).

Ia melanjutkan, karena kondisi seperti ini sudah sering terjadi, sehingga sebagian masyarakat telah mengambil tindakan antisipasi dengan cara membangun pondasi rumah yang lebih tinggi, supaya banjir tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Namun, ia tidak memungkiri kondisi ini tetap mengganggu aktivitas harian mereka.

“Merepotkan, yang di dalam rumah kesulitan ke luar yang di luar sulit untuk masuk ke dalam,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved