Breaking News:

Berita Kotim

Banjir di Kalteng, 3 Kecamatan di Utara Kotim Terendam, Personel BPBD Langsung Turun ke Lokasi

Banjir di Kalteng, 3 kecamatan di wilayah Utara Kabupaten Kotim terendam air akibat hujan dengan intensitas lebat terjadi sejak Sabtu hingga minggu

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Dok. BPBD Kotim untuk Tribunkalteng.com
Banjir di Kalteng, Kondisi banjir di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Senin (4/9/2022). Debit air berangsur-angsur surut dan aktivitas warga perlahan kembali normal. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Banjir di Kalteng, bencana banjir tak hanya melanda Kota Sampit, tapi juga 3 kecamatan yang berada di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu (4/9/2022) sore.

Mendapat informasi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, bersama jajarannya segera turun ke lokasi untuk meninjau langsung.

Pasalnya, kondisi ini disebabkan hujan yang terjadi pada Sabtu (3/9/2022) dan Minggu (4/9/2022) dengan intensitas yang cukup tinggi dan durasi yang lama.

Kendati demikian, Rihel mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Karena banjir kali ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar 4 jam banjir berangsur-angsur surut.

“Masih aman, ketinggian air masih di bawah 20 sentimeter, jadi belum ada yang masuk rumah warga. Kecuali yang di Kecamatan Parenggean,” bebernya, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Banjir di Kalteng, 6 Jam Diguyur Hujan Lebat Sungai Awang Bartim Meluap, 8 Desa Terdampak

Ketiga kecamatan yang terdampak banjir tersebut antara lain, Kecamatan Tualan Hulu meliputi Desa Luwuk Sampu, Desa Merah, dan Desa Tumbang Mujam dengan debit air sekitar 15-20 cm dari permukaan jalan.

Lalu Kecamatan Parenggean meliputi Desa Bajarau, Desa Karya Bersama dengan debit air 80 cm hingga 1 meter, dan Kecamatan Mentaya Hulu di Kelurahan Kuala Kuayan dengan debit air 5-15 cm.

Dari ketiga kecamatan tersebut, Kecamatan Parenggean bisa dikatakan terkena dampak paling parah.

Namun, menurutnya banjir di kecamatan tersebut berlangsung singkat hanya sekitar 4 jam air kembali surut.

"Parenggean di kilometer 17-18 (Desa Karya Bersama), hujan terjadi terjadi sejak Sabtu malam, dan pagi pukul 8.00 WIB banjir. Sekitar pukul 14.00 WIB banjir mulai turun. Bisa dilewati pukul 16.30 sore. Kami tiba di sana pukul 18.00 WIB, tidak ada lagi banjir hanya antrean mobil lewat," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved