Berita Kotim

Cegah Penularan Cacar Monyet, Dinkes Kotim Minta Masyarakat Terapkan PHBS

Dinkes Kotim mengimbau warga untuk menerapkan PHBS agar terhindar dari segala macam virus, termasuk virus cacar monyet yang ada di Indonesia saat ini

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Umar Kaderi. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Virus Cacar Monyet atau monkeypox mulai merambah Indonesia, hingga saat ini setidaknya sudah ada 1 kasus terkonfirmasi positif Cacar Monyet di bumi nusantara ini.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat untuk waspada dan mencegah penularan penyakit tersebut dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, menyebutkan hingga kini kasus terkonfirmasi Cacar Monyet memang belum ditemukan di Kotim.

Namun, bukan berarti masyarakat boleh menganggap enteng penyakit tersebut. Upaya pencegahan tetap perlu dilakukan untuk terhindar dari berbagai penyakit.

“Alhamdulillah, hingga saat ini di Kotim belum ada kasus Cacar Monyet. Harapan kita kedepannya pun tidak akan ada,” ucapnya, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Cacar Monyet atau Monkeypox, WHO Tetapkan Status Darurat

Baca juga: Dicurigai Terinfeksi Cacar Monyet, Remaja Singkawang Jalani Isolasi Ketat di RSUD Soedarso Pontianak

Ia menyebutkan, cara untuk mencegah penularan Cacar Monyet ini cukup mudah jika dibandingkan dengan virus Covid-19.

Pertama menjaga PHBS, dengan rutin berolahraga minimal 20 menit setiap hari, mengonsumsi makanan dengan gizi dan nutrisi berimbang, istirahat yang cukup, dan menghindari kontak dengan penderita.

Bisa juga dilengkapi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Dari semua itu yang penting adalah menghindari kontak dengan orang yang terkena atau terindikasi cacar monyet. Karena penyakit ini penularannya bisa terjadi dari kulit ke kulit, atau kulit yang terkelupas dari penderita Cacar Monyet tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, masyarakat setidaknya perlu tau gejala umum penyakit Cacar Monyet agar dapat menghindari penularan.

Gejala tersebut antara lain, sakit kepala, demam, nyeri otot, timbul ruam pada kulit seperti cacar air, lesu, dan lain-lain.

Ia menambahkan, penyakit Cacar Monyet sebenarnya telah lama ditemukan. Yakni, dari tahun 1958 di Afrika Selatan. Lalu, belum lama ini kasus penyakit cacar monyet kembali muncul dan merambah ke Indonesia.

Baca juga: Apa Itu Cacar Monyet? WHO dan WHN Beda Status Pandemi Monkeypox, anak-anak Terancam

Informasinya, kasus yang baru-baru ini muncul berasal dari Britania Inggris. Pasalnya, ada seorang warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang dari negara tersebut dan tanpa sadar telah membawa virus tersebut ke Indonesia.

Sama hal nya dengan cacar air, penyakit cacar monyet sebenarnya bisa disembuhkan. Tapi, penyakit ini juga berpotensi menyebabkan kematian.

Di Afrika, Cacar Monyet terbukti menyebabkan kematian 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved