Berita Kotim

Putusan Sidang Adat Sengketa Lahan Sawit di Cempaga Hulu Dibacakan di Area Perkebunan

Hasil final sidang adat sengketa lahan sawit di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim, pembacaaan putusan dilakukan di lokasi

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
DAD Kotim untuk Tribunkalteng.com
Juru Bicara Majelis Hakim Adat dari Karapatan Mantir Basara Hai, Kardinal Tarung, membacakan amar putusan sidang adat sengketa lahan sawit di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, di lokasi lahan sengketa untuk disaksikan warga setempat., Senin (29/8/2022) lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Hasil final sidang adat sengketa lahan sawit di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah diputuskan oleh Majelis Hakim Adat, Senin (29/8/2022) lalu.

Tahap selanjutnya, Dewan Adat Dayak (DAD) bersama Majelis Hakim Adat, dari Kerapatan Mantir Basara Hai membacakan langsung amar putusan sidang itu di area perkebunan yang menjadi sengketa.

Ketua Harian DAD Kotim, Untung T Rambang, menjelaskan hal ini dilakukan agar seluruh warga yang berada di area perkebunan tersebut mengetahui hasil keputusan sidang adat tersebut.

Ia yakin hasil keputusan dari Majelis Hakim Adat ini, merupakan keputusan terbaik yang telah melalui tahap telaah dan pendalaman dari orang-orang yang berpengalaman di bidangnya.

“Mereka adalah damang yang sangat berpengalaman, yang biasa melaksanakan sidang adat dan menurut adat mereka adalah majelis hakim tertinggi. Saya yakin apa yang mereka putuskan sudah melalui pendalaman dan memperhatikan aspek kedua belah pihak,” tutur Untung, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Gelar Sidang Adat, DAD Kotim Turun Tangan Atasi Polemik Sengketa Lahan Sawit di Cempaga Hulu

Adapun, berdasarkan hasil sidang adat tersebut Majelis Hakim Adat memutuskan untuk menggugurkan sepenuhnya hasil keputusan sidang adat Damang Cempaga Hulu nomor : 03/HKMPAD-KCH/PTS/XII/2021 tanggal 8 Desember 2021, tentang kepemilikan lahan atas nama Hok Kim alias Acen Suwartono, yang sebelumnya dinyatakan sebagai pemilik yang sah oleh Damang kepala adat Kecamatan Cempaga Hulu.

Keputusan itu diambil setelah dilakukan dua kali sidang adat dengan menghadirkan sejumlah saksi, serta memeriksa dokumen kepemilikan lahan tersebut.

Berdasarkan hasil supervisi DAD Kotim, Plt Damang Cempaga Hulu tidak memiliki hak untuk menyidangkan perkara ini.

Tugas seorang Plt hanyalah untuk mempersiapkan pemilihan damang definitif. Sehingga hasil keputusan sidang adat Damang Cempaga Hulu sebelumnya dapat digugurkan.

Juru bicara Majelis Hakim Adat, Kardinal Tarung menegaskan, hasil keputusan sidang adat kedua ini bersifat final.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved