Berita Kotim

Pengetahuan UU Satwa Dilindungi Kurang, Transaksi Jual Beli Satwa Dilindungi di Kotim Masih Terjadi

Transaksi Jual Beli Satwa Dilindungi di Kotim Masih Terjadi, salah satunya akibat pengetahuan warga terkait aturan UUD Satwa dilindungi minim.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. BKSDA Pos Jaga Sampit.
Transaksi Jual Beli Satwa Dilindungi di Kotim Masih Terjadi, salah satunya akibat pengetahuan warga terkait aturan UUD Satwa dilindungi minim. Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, ketika melakukan sosialisasi jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang (UU) kepada pedagang burung di Jalan HM Arsyad, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Para pedagang diingatkan untuk tidak memperjualbelikan atau menerima satwa-satwa yang dilindungi UU. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Transaksi Jual Beli Satwa Dilindungi di Kotim Masih Terjadi, salah satunya akibat pengetahuan warga terkait aturan UUD Satwa dilindungi minim. 

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muriansyah, membeberkan hingga kini masih banyak ditemukan masyarakat yang memperjualbelikan, menangkap, atau memelihara satwa yang sebenarnya masuk dalam kategori satwa liar dilindungi Undang-Undang (UU).

Seperti yang diketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai jenis satwa dan tumbuhan. Untuk menjaga kelestarian satwa dan tumbuhan tersebut agar tidak punah pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah membuat sebuah aturan yang melindungi sebagian satwa dan tumbuhan di Indonesia yang terancam kepunahan.

Namun, karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang apa saja jenis satwa liar yang tidak boleh diperjualbelikan, ditangkap, dipelihara, maupun dibunuh sesuai peraturan UU tersebut, maka tak jarang masih ditemukan pelanggaran, bahkan secara terang-terangan.

Baca juga: Anggarkan Dana 14,4 Miliar Tahun 2022, Masjid Kubah Kecubung Palangkaraya Diresmikan Tahun Depan

Baca juga: Tiga Ekor Burung Dilindungi, Diserahkan Warga Desa Pundu ke BKSDA Pos Jaga Sampit

Baca juga: BKSDA Pos Sampit Terima Penyerahan Hewan Dilindungi, Burung Tiung Emas Sempat 2 Tahun Dipelihara

“Ada beberapa jenis satwa yang masih jarang orang tau kalau sebenarnya satwa itu dilindungi UU dan masih ada yang memperjualbelikan. Diantaranya burung beo atau biasa disebut warga disini burung tiung dan ikan pipih,” ungkapnya, Rabu (31/8/2022).

Ia melanjutkan, kurangnya pengetahuan masyarakat ini dikarenakan adanya perubahan UU sebanyak 3 kali ditahun 2018.

Yakni Permen nomor 20 ke Permen nomor 92, lalu berubah lagi ke Permen 106 yang berlaku hingga sekarang.

Selama perubahan itu ada sejumlah satwa yang dikeluarkan dari daftar maupun yang dimasukan. Burung beo atau tiung dan Ikan pipih atau belida merupakan beberapa satwa yang dimasukan pada perubahan peraturan yang terakhir.

Sehingga, masih sedikit orang yang tau jika dua jenis satwa itu dilindungi UU.

Upaya untuk menyosialisasikan daftar satwa dan tumbuhan yang dilindungi UU ini pun telah dilakukan, namun ia tak memungkiri karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) membuat sosialisasi belum maksimal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved