Berita Palangkaraya

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya, Masuk Kategori Baik dan Memenuhi Target

Indeks kualitas lingkungan jidup Kota Palangkaraya masuk kategori baik dan memenuhi target sesuai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Kadis DLH Palangkaraya, Achmad Zaini saat menjelaskan terkait Indeks kualitas lingkungan jidup Kota Palangkaraya masuk kategori baik dan memenuhi target sesuai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Indeks kualitas lingkungan jidup Kota Palangkaraya masuk kategori baik dan memenuhi target sesuai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Informasi di himpun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangkaraya merilis Indeks Kualitas Lingkungan Hidup atau IKLH masuk kategori baik dan sudah sesuai standar yan ditargetkan.

Berdasarkan hasil perhitungan IKLH yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masuk kategori baik dan sesuai target. 

Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 54.00, Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 92.60 dan Indeks Kualitas Lahan (IKTL) sebesar 79.81.

Secara keseluruhan capaian IKLH Kota Palangkaraya pada tahun 2022 ini sebesar 75.29 yang mana masuk kategori baik dan memenuhi target,” kata Kadis DLH Palangkaraya, Achmad Zaini, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Awasi Ilegal Fishing Palangkaraya, Dinas Perikanan Salurkan Perahu Pokmaswas di Bereng Bengkel

Baca juga: Sekolah Terbaik Tahun 2022 Kalteng, Siswa SMAN 2 Palangkaraya Berharap Sekolahnya Masuk 10 Besar

Baca juga: Kriminalitas Palangkaraya, Akibat Tersinggung Oknum Mahasiswa Tega Tusuk Tetangga Pakai Gunting

Rekapitulasi dari ketiga komponen tersebut merupakan nilai akhir dan menjadi ranting terhadap kondisi lingkungan di sebuah kawasan yaitu kondisi Buruk, Sedang, ataupun Baik.

Melalui hasil itu, dia menilai gambaran kualitas lingkungan hidup Kota Palangkaraya masuk dalam kategori terjaga dan lestari. 

Untuk Indeks Kualitas Air, Indikator yang digunakan 8 paramater  utama,  yakni kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD), kebutuhan oksigen kimiawi  (COD). 

Lalu padatan  tersuspensi  total (TSS),  oksigen  terlarut, nitrat, fosfat, fecal  coliform dan Total coliform. Pemantauan  kualitas  air  ini  dilakukan  sungai-sungai utama yang melintasi perkotaan.

Indeks Kualitas Udara, dihitung  menggunakan  2  parameter,  yakni  SO2 dan  NO2.  Data berasal  dari  pengukuran  dari Stasiun Air Quality Managemen Sistem mewakili  4  lokasi,  yakni  transportasi,  industri,  permukiman,  dan perkantoran.

Selanjutnya, penghitungan Indeks Kualitas Tutupam Lahan merupakan luas tutupan hutan dan luas tutupan vegetasi non hutan dalam sebuah kawasan. 

Terdiri dari hutan primer, sekunder, luas tutupan belukar dan  belukar  rawa  yang  berada  di  hutan  dan  hutan  lindung,  luas  ruang terbuka  hijau,  luas  taman  keanekaragaman  hayati,  serta  luas  rehabilitasi hutan dan lahan. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved