Berita Kotim

BKSDA Pos Sampit Terima Penyerahan Hewan Dilindungi, Burung Tiung Emas Sempat 2 Tahun Dipelihara

BKSDA Pos Sampit Terima Penyerahan Hewan Dilindungi , warga Ketapang Sampit dengan kesadaran sendiri menyerahkan burung beo piarannya selama dua tahun

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. BKSDA Pos Jaga Sampit
BKSDA Pos Sampit Terima Penyerahan Hewan Dilindungi, Burung tiung emas merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi UU menurut peraturan KLHK. Warga Sampit, Syamsul (kaos pink), secara suka rela menyerahkan satwa tersebut ke BKSDA setempat setelah mengetahui peliharaannya termasuk satwa yang dilindungi UU. Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - BKSDA Pos Sampit terima penyerahan hewan dilindungi, warga Ketapang Sampit dengan kesadaran sendiri menyerahkan burung beo piarannya selama dua tahun.

Penyerahan hewan dilindungi tersebut selama dua hari berturut-turut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menerima penyerahan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang (UU) berupa burung.

Setelah kemarin, Senin (29/8/2022), seorang warga Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, menyerahkan 3 ekor burung yang dilindungi UU.

Hari ini, Selasa (30/8/2022), giliran Syamsul Arifin, warga Jalan Teratai 5, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, yang menyerahkan seekor burung beo atau burung tiung emas kepada pihak BKSDA. Pasalnya, Syamsul baru mengetahui bahwa peliharaannya merupakan satwa yang dilindungi UU.

Baca juga: Selewengkan Ratusan Liter Solar Subsidi, 2 Oknum Petugas SPBU & 1 Pelangsir Parenggean Diamankan

Baca juga: Pasar Murah di Kotim Disambut Antusias Warga Sampit, Untuk Tekan Angka Inflasi Pangan Kalteng

Baca juga: Sebelum Masuk Parit, Mobil Rombongan Peziarah Ujung Pandaran Berbenturan Dengan Mobil Pikap

Baca juga: Penyelundupan Sianida di Kalteng, Ditreskrimsus Amankan Pelaku & Sita 1.350 Kg Zat Kimia Ilegal

“Kebetulan kemarin melihat status komandan BKSDA tentang penyerahan satwa liar dilindungi, saya baru tau kalau tiung emas itu termasuk salah satu satwa dilindungi yang tak boleh dipelihara,” ungkapnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Syamsul yang merupakan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim ini berinisiatif menghubungi pihak BKSDA Pos Jaga Sampit.

Bertujuan mengonfirmasi bahwa burung tiung emas merupakan satwa yang dilindungi UU.

Kemudian dengan kesadaran diri menyampaikan niatan untuk menyerahkan satwa yang sempat dipeliharanya selama dua tahun tersebut. Sehingga, dilaksanakan proses serah terima pada pukul 10:20 WIB, hari ini antara Syamsul dengan Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, dikediamannya.

“Karena kasihan juga kan, jadi lebih baik diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindak lanjuti,” ujarnya.

Syamsul mengaku burung tersebut didapat dari seorang teman di Kecamatan Cempaga sekitar 2 tahun lalu. Dan sejak saat itu burung berwarna dominan hitam itu dipeliharanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved