Berita Kotim

Polres Kotim Minta Dukungan Mabes Polri Dalami Kasus Penemuan Jenazah Nelayan di Sungai Mentaya

Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, mengaku pihaknya bahkan telah bersurat ke Mabes Polri guna meminta dukungan kasus penemuan jenazah nelayan di Mentaya

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Faturrahman
Kapolres Kotim AKBP Sarpani. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Polres Kotawaringin Timur (Kotim) masih mendalami kasus penemuan jenazah seorang nelayan yang ditemukan tergeletak di atas perahu kelotok, di Perairan Sungai Mentaya, Sabtu (6/8/2022) lalu.

Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, mengaku pihaknya bahkan telah bersurat ke Mabes Polri guna meminta dukungan dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Kepada Mabes Polri kami sudah berkirim surat, meminta dukungan secara IT dan teknis penyelidikan, semoga bisa membantu mengungkap kasus ini,” kata AKBP Sarpani, Rabu (17/8/2022).

Ia menjelaskan, koordinasi dengan Mabes Polri pada dasarnya selalu pihaknya lakukan, baik untuk laporan maupun meminta dukungan.

Sementara, sehubungan dengan kasus penemuan jenazah nelayan ini memang bertujuan untuk meminta dukungan, karena kasus ini melibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Baca juga: Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Terhambat, Puluhan PBS Kebun Sawit Kotim Belum Setor

Baca juga: Kecelakaan di Kotim, Pelajar Tewas di Tempat Terlibat Tabrakan dengan Mobil di Kecamatan Cempaga

“Karena kasus ini mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang kami akan lebih konsisten dan mempertegas, serta mempererat hubungan dengan Mabes Polri,” ujarnya.

AKBP Sarpani melanjutkan, sejauh pihaknya telah memeriksa sekitar 13 saksi yang dinilai kompenten atau mengetahui kondisi korban sebelum maupun setelah kejadian. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya yang hanya 9 saksi.

Informasi dan keterangan dari belasan saksi ini telah dikumpulkan, yang sekiranya dapat membantu untuk pengungkapan kasus.

Berbagai upaya tindak lanjut dari kepolisian pun telah dilaksanakan, salah satunya mapping online atau pemetaan melalui media sosial. Ia berharap kasus ini dapat segera diungkap.

“Kami tetap berkomitmen untuk mengungkap kasus ini mudah-mudahan tidak makan waktu lama sudah bisa kami ungkap,” harapnya.

Adapun, terkait penyebab atau motif dari kasus ini belum dapat ia ungkapkan karena masih dalam tahap penyelidikan.

Baca juga: Satresnarkoba Polres Kotim Tangkap Penghuni Barak di Sampit Ketahuan Edarkan Sabu, Sita 3,28 Gram

Tapi yang jelas dari kasus ini adalah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Akan tetapi, terkait pembunuhan disengaja dan sebagainya belum bisa dipastikan.

Untuk diketahui pada Sabtu (6/8/2022) lalu telah ditemukan jenazah seorang nelayan bernama Wahab berusia 39 tahun di atas perahu kelotok yang biasa digunakan untuk melaut di Perairan Sungai Mentaya, Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut.

Korban pertama kali ditemukan oleh sesama nelayan yang melintas di Muara Sungai Mentaya. Kemudian, korban segera dievakuasi oleh warga bersama pihak kepolisian setempat dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit guna dilakukan visum.

Dari keterangan warga yang turut dalam evakuasi menyebutkan jenazah korban memiliki luka tusukan dan sayatan di bagian perut dan leher.

Sehingga, muncul dugaan bahwa korban sengaja dibunuh, kendati demikian hal ini belum dapat dikonfirmasi dan masih diselidiki oleh pihak kepolisian. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved