Berita Palangkaraya

Korsleting Listrik Pemicu Kebakaran di Palangkaraya, Ini Antisipasi dan Imbauan dari PLN Kalselteng

Kota Palangkaraya, sedang dilanda peristiwa kebakaran yang potensi besarnya akibat korsleting listrik beberapa hari terakhir ini, ini imbauan PLN

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
tribunkalteng.com/pangkan B
Tim relawan dari Emergency Response Palangkaraya (ERP) dan BPK Putra Pahandut Palangkaraya saat melakukan antisipasi kebakaran, pada Selasa (16/8/2022) dini hari di loaksi trafo gardu induk listrik yang terbakar. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Beberapa waktu belakangan Kota Palangkaraya, sedang dilanda peristiwa kebakaran yang potensi besarnya akibat korsleting listrik atau hubungan arus pendek.

Kejadian korsleting listrik terbaru terjadi di Jalan Dr Soetomo, Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (16/8/2022) dini hari.

Asisten Manager (Asmen) Komunikasi PLN Kalselteng, Gian Wijaya membenarkan, telah terjadi gangguan di salah satu trafo di Jalan Dr Soetomo pada sekitar pukul 01.44 WIB.

“Diduga penyebabnya Fuse Cut Out (FCO) lengket tidak mau lepas saat ada gangguan. Namun pada pukul 02.17 WIB, gangguan tersebut sudah selesai recovery dan listrik dapat dinikmati pelanggan kembali,” ujarnya pada Tribunkalteng.com, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Kebakaran Toko di RTA Milono Palangkaraya, Diduga Akibat Korsleting Listrik Police Line Dipasang

Gian menambahkan, sebagai informasi Fuse Cut Out adalah suatu alat pengaman untuk melindungi jaringan terhadap arus lebih yang mengalir melebihi dari batas maksimum.

Gangguan tersebut disebabkan karena hubung singkat atau beban yang berlebihan.

Ia pun menjelaskan cara menghindari korsleting listrik yang belakangan ini sering terjadi di Kota Palangkaraya.

“Untuk mitigasi terhindar korsleting listrik, selalu gunakan peralatan listrik seperti kabel, saklar, stop kontak, dan steker yang memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI), Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK), atau Standar PLN (SPLN),” jelas Gian.

Selain itu, pelanggan harus menggunakan kabel dengan jenis dan ukuran sesuai peruntukan, serta kapasitas hantar arusnya.

Jika sekring putus, pihak PLN menganjurkan segera ganti baru dan jangan menyambungnya dengan kawat.

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, 2 Bangunan di Loa Janan Ilir Samarinda Hangus Jadi Arang

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya, 10 Ruko Terbakar di Jalan Rajawali Milik Pribadi dan Sewa

“Karena setiap sekring sudah mempunyai standar seberapa jauh bisa menerima beban. Begitu juga dengan instalasi rumah yg sudah menggunakan Miniature Circuit Breaker (MCB), hindari mengganjal MCB apabila sering jeglek akibat kelebihan beban,” terang Asmen Komunikasi.

Selain itu, ada pula kesalahan yang paling sering terjadi saat menggunakan colokan listrik.

“Hindari penumpukan colokan listrik pada satu tempat, karena bisa mengakumulasikan panas dan mengakibatkan korsleting listrik,” ujarnya.

Lakukan perawatan berkala terhadap instalasi listrik, seperti memeriksa kondisi kabel, panel listrik, dan sambungan kabel.

“Jika tak ingin menambil resiko, lebih baik menghubungi penyedia jasa instalasi listrik yang memiliki kompetensi dan dibuktikan Sertifikat Layak Operasi (SLO). Paling tidak terdaftar sebagai anggota Asosiasi Kontraktor Listrik,” imbau Gian.

“Hindari pemakaian listrik secara ilegal karena dapat membahayakan keselamatan jiwa,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved