Kotim Habaring Hurung

Peringatan HUT ke-77 RI di Kotim, Gelar Lomba Melukis dan Mewarnai Gunakan Media dari ‘Nyiru’

Semarak peringatan HUT Ke-77 RI tahun 2022 berbagai lomba digelar di Kotim, salah satunya melukis dan mewarnai dengan media dari Nyiru atau nampan

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Pelajar SMP di Sampit sedang berkonsentrasi melukis di atas nyiru yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kotim. Kegiatan ini adalah rangkaian public culture museum dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Semarak peringatan HUT Ke-77 RI tahun 2022 berbagai lomba digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Salah satunya, melukis di media yang tak biasa berupa nyiru atau nampan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, Sabtu (13/8/2022).

Dengan mengangkat tema budaya kita dan Kearifan Lokal dalam perspektif bangunan sejarah lokal dan keindahan alam kegiatan ini menyasar para pelajar di tingkat SMP dan SMA sederajat.

Bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya dan Kearifan Lokal dalam diri generasi muda Kotim.

Lomba ini pun mendapat respon positif dari kalangan seniman muda Kotim, khususnya para pelajar. Melukis di atas media yang tak biasa menjadi tantangan baru bagi mereka untuk mengasah bakat dan keterampilan.

“Jadi seru, ada tantangannya. Kalau biasanya melukis di kanvas yang permukaan datar, sekarang harus biasa menyesuaikan dengan permukaan nyiru yang bergelombang,” kata Muhammad Ariq Azzaky Ankanka, pelajar SMA Negeri 1 Sampit.

Ia menambakan, selain bergelombang permukaan nyiru juga memiliki tekstur yang jauh berbeda dengan kanvas, sehingga cukup menyulitkan untuk dilukis.

Namun, hal tersebut tak menghalanginya untuk menunjukan kemahiran dalam melukis dan pada akhirnya ia berhasil menyabet juara 1 dalam lomba tersebut pada kategori pelajar SMA.

Sementara itu, salah seorang juri, Maskur, menilai dalam perlombaan kali ini justru lebih mudah bagi peserta. Karena, sebelumnya pada event yang sama yang digelar Disbudpar Kotim, media yang digunakan jauh lebih sulit, yakni berupa kendi.

“Secara kualitas kali ini lebih baik dari lomba sebelumnya, ada kemajuan. Mereka juga jadi bisa menyelesaikan karyanya lebih baik,” tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved