Berita Palangkaraya

Kasus Stunting Masih Mengintai Balita di Kalteng, Cegah Dengan Atur Jarak Kehamilan

Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) merilis presentase data balita stunting di Kalteng rata-rata 20-30 persen alami stunting dan masih intai Kalteng

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Cegah stunting itu penting. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) merilis presentase data balita stunting di Kalimantan Tengah (Kalteng). Rata-rata sekitar 20-30 persen Balita mengalami stunting.

Akselerasi penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas, yang hingga saat ini dijalankan oleh pemerintah baik pada tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk mewujudkan generasi emas.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng, Fitrianto Leksono mengatakan, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Agama.

Tentang penguatan pendampingan bagi calon pengantin dan pencegahan perkawinan anak dalam rangka mendukung penurunan stunting.

"Jarak kehamilan yang dekat juga dapat memengaruhi terjadinya stunting dan persoalan kesehatan lain. Untuk itu, kita perlu memerhatikan jarak kehamilan satu dengan kehamilan selanjutnya," kata Fitrianto Leksono, Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Tekan Peningkatan Stunting Kotim, Pemkab Kurangi 7 Desa Lokus Untuk Penanganan Stunting 2023

Baca juga: Pemkab Kapuas Gencar Kampanye dan Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional

Menurutnya, calon pengantin perempuan yang akan menjadi calon ibu yang akan dilahirkannya harus mempersiapkan kehamilannya, agar dapat melahirkan anak-anak yang sehat dan berkualitas.

"Sedangkan bagi calon pengantin laki-laki yang akan menjadi ayah juga harus memiliki kesehatan yang baik dan berpartisipasi dalam perencanaan keluarga seperti menggunakan alat kontrasepsi dalam mendukung kehamilan dan persalinan yang aman," jelasnya.

BKKBN telah meluncurkan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL), yang berguna sebagai bentuk skrining awal dan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan perbaikan gizi bagi calon pengantin.

Baca juga: Bupati H Halikinnor Optimistis, Target Stunting Kotim Tahun 2024 Turun Hingga 15,17 Persen Tercapai

Di dalam aplikasi ELSIMIL terdapat konten edukasi serta kuesioner seputar pencegahan stunting yang dapat dilihat pendamping keluarga.

"Aplikasi ini wajib diunduh dan digunakan sebagai salah satu syarat nikah di pencatatan sipil bagi setiap calon pengantin," ungkapnya.

Dia menyampaikan penurunan stunting di Kalteng memiliki target 15,38 persen. Hingga saat ini pihaknnya bersama pemerintah daerah di Kalteng untuk menekan angka stunting di seluruh wilayah kabupaten dan kota. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved