Unjuk Rasa Penambang Emas Kalteng

Dituduh dan Ditangkap Polisi, Massa Aksi SERANK Minta 10 Penambang Emas di Kalteng Dibebaskan

Massa Serusan Aksi Masyarakat Kecil (SERANK) mendesak Penambang Emas yang ada di Kalteng yang dituduh dan ditangkap pihak kepolisian untuk dibebaskan

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Koordinator Lapangan (Korlap) Syahrian D Tudang saat dimintai keterangan oleh awak media, Rabu (10/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Dalam unjuk rasa yang dilakukan Massa Serusan Aksi Masyarakat Kecil (SERANK), terkait perizinan pertambangan rakyat di depan gedung DPRD Kalteng, Rabu (10/8/2022).

Juga mendesak 10 Penambang Emas yang ada di Kalteng yang dituduh dan ditangkap pihak kepolisian untuk dibebaskan.

Aksi tersebut digelar tepatnya di Jalan S Parman, Langkai, Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan dihadiri oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas) Dayak.

Yang mana para pengunjuk rasa tersebut berprofesi sebagai penambang emas di wilayah Kalimantan Tengah.

Koordinator Lapangan (Korlap), Syahrian D Tudang menjelaskan jumlah pengunjuk rasa yang hadir di depan gedung DPRD Kalteng.

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Seruan Aksi Masyarakat Kecil (SERANK) berjumlah 1.000 orang hingga 2.000 orang yang bersedia untuk hadir,” terangnya pada Tribunkalteng.com.

Namun tak mencapai jumlah tersebut, dikarenakan jarak tempuh yang berbeda-beda tiap daerahnya.

Para pengunjuk yang merupakan Penambang Emas, semuanya berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Ketua DPRD Kalteng Wiyatno: Selama Perda Belum Terbit, Biarkan Masyarakat Kembali Beraktivitas

Sehingga sebagian massa aksi ada yang belum datang ke depan gedung DPRD Kalteng untuk berunjuk rasa.

“Untuk hasil aksi SERANK, kami masih menunggu. Tetapi telah kami sampaikan 7 tuntutan, mudah-mudahan dari Ketua DPRD dan Perangkat Daerah (PD) tak hanya janji namun realisasinya,” ungkap Syahrian.

Ia berharap dengan adanya penyampaian tuntutan ini, masyarakat dapat kembali bekerja di pertambangan rakyat dengan aman dan nyaman.

“Anggota dewan menjanjikan apa yang menjadi tuntutan massa aksi, terkait pertambangan rakyat untuk diupayakan,” terang Korlap.

Tak sedikit massa berteriak mengenai payung hukum terkait akitivitas para penambang tersebut.

“Kami meminta kepastian dan dibuatkan payung hukum, setidaknya ada perlakuan khusus untuk pertambangan rakyat,” pinta Syahrian.

Baca juga: Minta Bebaskan Penambang Ditangkap, Kapolresta Palangkaraya: Tuntutan Diteruskan ke Kapolda Kalteng

Baca juga: Ini 7 Tuntutan Massa Aksi SERANK saat Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kalteng

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved