Berita Kotim

Polres Kotim Bentuk Tim Gabungan Selidiki Kasus Penemuan Jenazah Nelayan di Sungai Mentaya

Polres Kotim bentuk tim gabungan guna mengungkap dan menyelidiki kasus penemuan jenazah nelayan di perairan Sungai Mentaya, Kotim

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, menyampaikan pihaknya telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penemuan jenazah di Perairan Sungai Mentaya, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Guna untuk mengungkap kasus dan menyelidiki, penemuan jenazah seorang nelayan yang ditemukan tergeletak di atas kelotok, di Perairan Sungai Mentaya, Polres Kotawaringin Timur (Kotim) membentuk Tim Gabungan.

Kapolres Kotim, AKBP Sarpani, menyebutkan dalam hal ini pihaknya melibatkan dari Polres Kotim, Polsek Pulau Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, dan Polsek Jaya Karya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

“Perlu adanya sinergi semua stake holder sehingga kegiatan pengungkapan kasus ini bisa dilaksanakan. Kamis sudah siapkan Tim Gabungan untuk melaksanakan ungkap kasus,” ungkapnya, Selasa (8/9/2022).

Ia melanjutkan, dari hasil visum sementara memang ditemukan beberapa luka yang diduga sebagai tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban.

Baca juga: Polres Kotim Periksa 9 Saksi Terkait Penemuan Jenazah Nelayan di Perairan Sungai Mentaya

Baca juga: Nelayan Pulau Hanaut Ditemukan Meninggal di Atas Kelotok, Terdapat Luka Tusuk di Tubuh Korban

Namun, untuk mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut disebabkan pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang masih belum bisa ditetapkan.

Adapun, untuk saat ini pihaknya masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan bahan dari keterangan para saksi.

Sudah 9 saksi diperiksa tengah diperiksa oleh pihaknya sehubungan dengan kasus ini.

Saksi-saksi ini merupakan warga yang menemukan jenazah korban pertama kali dan yang turut dalam evakuasi.

“Kami sedang proses penyelidikan, kami yakin Polres Kotim akan cepat bisa merespon dan mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui pada Sabtu (6/8/2022) lalu telah ditemukan jenazah seorang nelayan bernama Wahab berusia 39 tahun di atas perahu kelotok yang biasa digunakan untuk melaut di Perairan Sungai Mentaya, Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut.

Baca juga: KLM Cinta Mulia I Tenggelam di Perairan Teluk Sampit, ABK Diselamatkan Nelayan Ujung Pandaran

Korban pertama kali ditemukan oleh sesama nelayan yang melintas di Muara Sungai Mentaya.

Kemudian, korban segera dievakuasi oleh warga bersama pihak kepolisian setempat dan selanjutnya dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit guna dilakukan visum.

Dari keterangan warga yang turut dalam evakuasi menyebutkan jenazah korban memiliki luka tusukan dan sayatan di bagian perut dan leher. Sementara, kasus ini masih didalami oleh pihak kepolisian.

Sedangkan, jenazah korban telah dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dikebumikan di kampung halamannya, di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved