Kotim Habaring Hurung

Bupati Kotim H Halikinnor Agendakan Festival Bubur Asyura Skala Besar, Target Pecahkan Rekor Muri

Terinspirasi dari Festival Bubur Asyura yang digelar masyarakat, Bupati Kotim H Halikinnor berencana menggelar festival skala besar cetak rekor Muri

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Bupati Kotim, H Halikinnor, bersama sejumlah pejabat menjadi tamu kehormatan pada festival bubur asyura yang digelar masyarakat Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Terinspirasi dari Festival Bubur Asyura yang digelar masyarakat, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor berencana menggelar festival serupa dalam skala besar tahun 2023 mendatang.

Bahkan, ia menargetkan pemecahan Rekor MURI pada Festival Bubur Asyura yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim di Kota Sampit.

Dengan melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Bumi Habaring Hurung ini.

“Saya minta Sekda dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata coba buat Festival Bubur Asyura tahun depan. Kita buat festival skala besar, kalau bisa sampai memecahkan Rekor MURI,” kata Halikinnor, Selasa (9/8/2022).

Hal ini ia sampaikan ketika menghadiri Festival Bubur Asyura yang digelar oleh masyarakat di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Dalam rangka memperingati hari Yaumul Asyura atau hari kesepuluh bulan Muharram dalam kalender hijriah.

Terkait Festival Bubur Asyura skala besar ini ia ingin agar 17 kecamatan di Kotim mengirimkan perwakilan masing-masing, minimal satu kelompok.

Sedangkan, untuk kecamatan dalam kota dibebaskan untuk berpartisipasi sebanyak-banyaknya untuk memeriahkan festival tersebut.

“Buat acaranya di satu lapangan yang luas, nanti anggarannya ditanggung oleh pemerintah daerah. Kalau perlu kita undang TV nasional untuk meliput itu,” lanjutnya.

Orang nomor satu di Kotim ini juga meminta kepada dinas terkait agar memasukan Festival Bubur Asyura dalam kalender pariwisata di Kotim, seperti festival budaya simah laut, mandi safar, dan lain-lain.

Karena ia ingin agar Festival Bubur Asyura tidak hanya menjadi tradisi masyarakat, tetapi budaya daerah yang perlu untuk dilestarikan dan dipertahankan.

Kontrak Kotim ok 3
Ibu-ibu rumah tangga sedang memasak bubur asyura pada festival bubur asyura yang digelar di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Selasa (9/8/2022). Acara ini turut dihadiri Bupati Kotim, H Halikinnor (Tribunkalteng.com/Devita Maulina).

Apalagi, Kotim mayoritas beragama islam, sehingga menurutnya sudah seharusnya acara peringatan keagamaan ini dirayakan dengan meriah.

“Karena kegiatan ini selain budaya juga ada unsur agama yang harus kita lestarikan dan pertahankan. Kalau tidak kita siapa lagi,” ucapnya.

Halikinnor juga berpesan kepada Sekda, Fajrurrahman, agar mengumpulkan para anak yatim piatu se-Kotim pada Festival Bubur Asyura tahun depan. Dan nantinya anak-anak tersebut akan diberikan santunan oleh Pemkab Kotim

Sebab, menurutnya anak yatim piatu merupakan kalangan yang perlu untuk diperhatikan dan dibantu. Sebagai pimpinan daerah ia merasa memiliki amanah untuk menyantuni anak yatim piatu. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved