Berita Kaltim

Diancam Pasal Berlapis, Ayah Tiri di Kubar Tega Cabuli Anak, Hamil 8 Bulan dan Terlibat Narkoba

Seorang ayah tiri berinisial S (41) tega menyetubuhi anak tirinya yang masih Anak di Bawah umur hingga hamil 8 bulan di Kubar, di Kaltim

Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
Ilustrasi Pencabulan anak di bawah umur 

TRIBUNKALTENG.COM, SENDAWAR – Seorang ayah tiri berinisial S (41) tega menyetubuhi anak tirinya yang masih Anak di Bawah umur hingga hamil 8 bulan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur.

Sebelumnya, tersangka sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kutai Barat, atas kasus pelecehan terhadap Anak di bawah umur.

Namun saat berhasil ditangkap polisi, tersangka justru ikut terlibat dalam komplotan jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Melak, Kutai Barat belum lama ini.

Penangkapan terhadap pria bejat itu bermula saat jajaran Satresnarkoba Polres Kutai Barat mengungkap jaringan peredaran narkoba di Kecamatan Melak.

Saat itu tim Satresnarkoba Polres mengungkap, empat kasus Penyalahgunaan Narkoba dan meringkus sebanyak 5 orang tersangka.

Baca juga: 49.18 Gram Sabu Dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim dengan Diblender

Baca juga: Kompor Masih Menyala Ditinggal Pemilik Rumah di Bontang Kaltim Hampir Habis Terbakar

Saat petugas melakukan pendalaman kasus narkoba dari para tersangka itu, terungkaplah bahwa salah satu tersangka S rupanya buronan Polres Kubar yang dicari selama ini.

Selanjutnya petugas kemudian melakukan pendalaman dan mencocokkan data DPO dan benar saja bahwa pria yang tinggal di sekitar kecamatan Melak itu adalah DPO yang telah menghamili anak tirinya.  

"Proses hukum untuk tersangka S ini akan berjalan sesuai aturan dan Undang-undang yang berlaku.

Kalau dalam kasus narkotikanya sudah ditetapkan berapa tahun, nanti dilanjutkan lagi dengan kasus yang kekerasan terhadap anak. Yang jelas untuk kekerasan terhadap anak ini di atas 5 tahun penjara, bahkan sampai 12 tahun penjara,” jelasnya.

Pelaku S pun dijerat pasal berlapis yakni undang-undang perlindungan perempuan dan anak, serta undang-undang narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

Baca juga: Narkoba di Kaltim, Dua Petani di Kembang Janggut Kukar Kompak Tepergok Bawa Sabu oleh Polisi

Dimana kedua pasal tersebut masing-masing terdapat ancaman hukuman kurungan penjara paling rendah 5 tahun bahkan sampai hukuman yang paling tinggi yakni hukuman mati.

Kapolres Kutai Barat AKBP Heri Rusyaman menegaskan pihaknya akan bertindak dalam penegakan hukum sesuai perintah atau amanah undang-undang.

"Yang jelas pasti akan lebih berat, karena dua kasus ini akan kita koordinasikan dengan pihak Kejaksaan dan tergantung nanti hasil persidangannya," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved