Berita Palangkaraya

Satgas Mafia Tanah Terima 205 Kasus Masalah Pertanahan di Kalteng, 128 Kasus Berhasil Diselesaikan

Ditreskrimum Polda Kalteng membentuk tim untuk menangani permasalahan tanah di Kalteng yakni bentuk Tim Satgas Mafia Tanah, 128 kasus terselesaikan

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Dirreskrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Faisal F Napitupulu gelar pers rilis pengungkapan kasus penganiayaan di Jalan Menteng 12, beberapa waktu minggu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Kasus tanah kian marak terjadi, mulai dari sertifikat yang tumpang tindih, atau ganda, sampai kasus penyerobotan. Tak jarang pun berujung pada tindak pidana.

Salah satunya contoh kasusnya yang baru saja terjadi di Jalan Menteng 12, yang mana terjadi tindak pidana penganiayaan akibat kedua belah pihak yang saling berseteru.

Melihat permasalahan tanah kini menjadi hal yang serius untuk ditangani, sehingga Polda Kalteng membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Mafia Tanah.

Dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, menunjukkan keseriusannya dalam penanganan hal tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan dibuatnya Tim Satgas Mafia Tanah bersama instansi dan pihak terkait.

Hal tersebut dikatakan oleh Dirreskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Faisal F Napitupulu melalui Kasubdit Hardabangtah Kompol Chandra.

Baca juga: Polda Kalteng Bentuk Satgas Mafia Tanah, Pihak Tertentu Ingin Kuasai Tanah Secara Tidak Sah Ditindak

“Kami sudah memiliki tim satgas yang dibentuk bersama kantor wilayah (Kanwil) ATR BPN Kalimantan Tengah, untuk menyelesaikan kasus terkait mafia tanah ini,” terangnya, Kamis (4/8/2022).

Tim Satgas Mafia Tanah Polri bertugas melakukan proses penegakan hukum.

Terutama terhadap pelanggaran terkait kasus mafia pertanahan yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah saat ini.

Sejak dibentuknya Tim Satgas Mafia Tanah, tiap tahun targetnya penyelesaian dan penegakan hukum terhadap kasus sengketa.

Terkait kasus mafia pertanahan, Tim Satgas Mafia Tanah menerima laporan sebanyak 205 kasus pertanahan di wilayah Kalteng.

“Alhamdulillah sejak 2020 target tercapai dengan bukti sebanyak 128 kasus berhasil diselesaikan dan perkara tersebut sudah P21,” ungkap Kompol Chandra.

Baca juga: Polda Kalteng Bentuk Satgas, Tanggapi Aksi Kelompok Warga Tuntut Pemberantasan Mafia Tanah

Baca juga: Gelar Aksi di Mapolda, Forum Pranata Adat & Kearifan Lokal Kalteng Minta Kasus Mafia Tanah Diusut

Hal tersebut sejalan dengan perintah dari Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Nanang Avianto tang mengatakan jika permasalahan tanah tak diselesaikan, nantinya akan menjadi batu sandungan bagi para investor.

“Karena seluruh investor yang hendak berinvestasi di Kalteng, akan melihat bagaimana proses penegakan hukum berlaku,” ungkap Kapolda.

Itulah yang akan menjadi salah satu penilaian para investor dalam memberikan kepastian melakukan kegiatan usaha di Kalteng.

Kapolda menjelaskan saat ini ada beberapa terkait permasalahan tanah yang telah Polda Kalteng proses.

“Kami akan mencari benang merah dan siapa yang menjadi aktor selama ini. Permasalahan tersebut akan kami kejar dan proses secara hukum,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved