Berita Kalbar

Ditreskrimum Polda Kalbar Beber Kronologi Penggelapan 14 Ton CPO di Melawi, 1 Pelaku Jadi DPO

Ditreskrimum Polda Kalbar berhasil mengungkap kasus 14 ton CPO i PT Samboja Inti Perkasa Jalan Lintas Nanga Pinoh, Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing

Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/ faturahman
Ilustrasi, Truk Tangki berisi Minyak Kelapa Sawit ini di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng Pelabuhan CPO Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara,Sampit. 

TRIBUNKALTENG.COM, MELAWI – Penggelapan kasus 14 ton Crude Palm Oil (CPO) di Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil diungkap Ditreskrimum Polda Kalbar.

Seperti diketahui sebanyak 14.760 Kg CPO di PT Samboja Inti Perkasa Jalan Lintas Nanga Pinoh, Desa Pemuar, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Raden Petit Wijaya menjelaskan, penggelapan tersebut terjadi pada 17 Maret 2022 sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, kata dia Tersangka S selaku pengemudi Mobil Tangki dari CV Pundi Niaga katulistiwa dan Tersangka AP selaku Kernet melakukan pengangkutan CPO (Transportir) sebanyak 14.760 Kg dari PT Samboja Inti Perkasa dengan tujuan ke PT Energi Unggul Persada.

"Namun Tersangka S dan Tersangka AP menjual CPO sebanyak 14.760 kg kepada Saudara Soni dengan harga keseluruhan Rp 102.000.000 Kemudian dari hasil penjualan CPO Tersangka S selaku Pengemudi memberikan sebesar Rp.5.000.000 kepada Tersangka AP," jelasnya. Sabtu (30/7/2022).

Baca juga: Truk Angkutan Plat Non KH Akan Disidak, Tiap Hari 2.200 Truk Kirim CPO Lewat Pelabuhan Bagendang

Baca juga: Polres Bontang Buru Dua Sopir Truk Kabur dan Jadi DPO, Terlibat Kasus Penggelapan CPO

Atas kejadian tersebut, Dikatakan Kombes Raden Petit Wijaya pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 265.680.000 (harga CPO pada saat itu Rp 18.000 x 14.760 kg) dan melaporkan kejadian itu ke pihak Polda Kalbar dengan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 102 / III / 2022 / SPKT / Polda Kalimantan Barat, 20 Maret 2022.

"Tak lama, kedua Pelaku berhasil diamankan ada 2, Pelaku Pertama S selaku pengemudi CV Pundi Niaga Kathulistiwa tidak mengantar CPO ke Tujuan sesuai DO dan menjual CPO tersebut kepada orang lain. AP selaku kernet yang ikut dengan Tersangka S (Alm) bergantian mengemudi mobil tangki dan bersama-sama menjual CPO tersebut," terangnya.

Dari hasil penangkapan, kata dia pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa, 2 lembar surat pengantaran pengiriman CPO No: 027 / DO / Slip / III / 2022, tanggal 17 Maret 2022. 1 lembar Memo CV PUNDI NIAGA KATHULISTIWA, tanggal 17 Maret 2022.

1 lembar surat pernyataan segel dalam keadaan baik dan lengkap, tanggal 17 Maret 2022. 1 lembar surat izin masuk pengisian, tanggal 17 Maret 2022. 1 unit truck tangki merk Hino dengan No Pol KB 3268 AL warna hijau.

Baca juga: Pengemudi Truk Tanki CPO Kotim Tabrak Pengendara Motor, Satu Korban Mengalami Luka

"Adapun Modus Para pelaku. Mereka telah merencanakan hal ini 1 hari sebelum melakukan penggelapan, dengan cara pelaku merupakan pengemudi mobil tangki CV Pundi Niaga Kathulistiwa diberikan kepercayaan mengangkut CPO dari PT Samboja Inti Perkasa Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi dengan tujuan ke PT Energi Unggul Persada Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah. Namun pelaku tidak mengantar CPO tersebut kepada tujuan," paparnya.

Dikatakan Kombes Raden Petit Wijaya, kedua pelaku menjual CPO tersebut kepada S yang masih belum tertangkap.

Untuk itu, Dirinya mengimbau agar pelaku S segera menyerahkan diri ke penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar.

"Saya imbau terhadap pelaku S segera menyerahkan diri ke penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar. Masyarakat yang mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat menginformasikan ke Penyidik Subdit III Dit Reskrimum Polda Kalbar," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Kronologis Pengungkapan Penggelapan 14 TON CPO di Melawi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved