Berita Kaltara

Kasus 3 WNA Malaysia dan Tiongkok Tertangkap di Sebatik Nunukan Segera Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus tertangkapnya 3 WNA asal Malaysia dan Tiongkok segera masuk tahap penyidikan dengan diterbikannya SPDP oleh Imigrasi Kelas II TPI Nunukan

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL Guspurla Koarmada II mengamankan 6 orang yang terdiri dari 3 WNI dan 3 WNA di Pos TNI AL (Posal) Sei Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu (20/07/2022) lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Kasus tertangkapnya 3 WNA asal Malaysia dan Tiongkok bernama Leo Bin Simon (39) warga Tawau, Malaysia, Ho Jin Kiat (40) warga Kota Kinabalu, Malaysia, dan Ji Dong Bai (45), warga Provinsi Shanxi, Tiongkok, segera naik ke tahap penyidikan

Imigrasi Kelas II TPI Nunukan akan menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian, Imigrasi Nunukan Lukie mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri perihal status ketiga WNA tersebut.

Diketahui 3 WNA asal Malaysia dan Tiongkok itu diamankan Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL Guspurla Koarmada II bersama 3 WNI lainnya di Pos TNI AL Sei Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, pada Rabu (20/07).

"Barusan kami koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Nunukan, ketiga WNA itu akan kami lakukan penyidikan tindak pidana Keimigrasian karena diduga melanggar Pasal 122 huruf a Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian," kata Lukie, Senin (25/07/2022), pukul 12.00 WITA.

Baca juga: Diduga Penyalahgunaan Visa, Satgas Marinir Ambalat Nunukan Amankan 3 WNA dan 1 WNI

Baca juga: 4 WNA Asal Asal Malaysia Diamankan Satgas Pamtas RI, Ambil Petasan Kembang Api Rayakan Lebaran

Pasal 122 huruf a Undang-undang Keimigrasian menyebutkan bahwa setiap orang asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling paling banyak Rp 500 juta.

Lukie menuturkan, dua WNA asal Malaysia itu menggunakan bebas visa kunjungan singkat.

Sementara untuk warga Tiongkok menggunakan visa kunjungan saat kedatangan khusus wisata.

Diketahui visa tersebut diperuntukkan bagi WNA untuk memutar roda perekonomian Indonesia di bidang wisata.

"Penyidik sudah cukup bukti, karena yang mereka kantongi adalah visa wisata. Sementara di Nunukan aktivitasnya untuk sebuah pekerjaan," ucapnya.

Saat ini ketiga WNA tersebut masih diamankan di ruang detensi Imigrasi Nunukan. Sembari itu menunggu Imigrasi Nunukan menerbitkan SPDP.

"SPDP sedang kami siapkan. Nanti kalau sudah mulai penyidikan akan kami lakukan penahanan di Lapas Nunukan," ujar Lukie.

Baca juga: 2 WNA Malaysia Diamankan Imigrasi Nunukan di Pelabuhan Tunon Taka, Mau Ketemu Anak Istri di Parepare

Mengenai Yosafat Bin Yusuf (40) WNI berdomisili di Tarakan yang diduga telah mengajak ketiga WNA masuk ke Indonesia, pihak Imigrasi Nunukan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti apakah Y telah melanggar Pasal 122 huruf b atau tidak.

Inti pasal itu adalah menyuruh atau memberikan kesempatan kepada WNA untuk menyalahgunakan izin tinggal," ungkap Lukie. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Update Kasus 3 WNA Malaysia dan Tiongkok yang Diamankan di Sebatik, Segera Naik ke Tahap Penyidikan.

 

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved