Berita Kalsel

Warung Jablay Diduga Buka Layanan Prostitusi, Disegel Petugas Satpol PP dan Damkar Tanahlaut

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanahlaut menyegel warung jablay diduga jadi tempat prostitusi.

Editor: Fathurahman
ILUSTRASI/Banjarmasinpost.co.id
ILUSTRASI. Tindakan tegas dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjar Kalsel terkait warung jablai yang buka dengan menyediakan pelayan seksi saat malam Bulan Ramadan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanahlaut menyegel warung jablay diduga jadi tempat prostitusi.

Penyegelan dilakukan oleh petugas lantaran pemilik warung tersebut sudah berulang kali diberikan peringatan agar tidak membuka praktek prostitusi.

Meski sering diingatkan dan diberikan peringatan namun kenyataanya pemilik warung masih saja terlihat menyediakan pelayanan prostitusi tersebut.

Akibatnnya, tindakan tegas dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), terhadap pemilik warung yang bandel dan tetap melakukan praktik prostitusi.

Baca juga: Warung Remang-remang di Palangkaraya Tempat Risiko Tinggi Penularan HIV/AIDS, Pasien ODHA Kian Naik

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Signifikan 116 Orang Terkonfirmasi, Wali Kota Palangkaraya Kembali Terapkan WFH

Baca juga: Bupati Kotim H Halikinnor Lepas Sebanyak 48 Peserta, Ikuti MTQH ke - XXX Kalteng di Palangkaraya

"Malam tadi kami menyegelnya secara permanen sekitar pukul 22.00 Wita," ucap Kepala Satpol PP dan Damkar Tala HM Kusri, Jumat (22/7/2022).

Ia mengatakan penyegelan tersebut terpaksa dilakukan karena warung jablay tersebut pada 11 Februari 2022 lalu pernah dirazia karena melakukan praktik prostitusi.

Saat itu pihaknya telah memperingatkan pemilik warung jablai tersebut.

Warga sekitar kala itu juga meminta agar pemilik warung tak mempekerjakan lagi pramusaji perempuan karena hanya bakal berpotensi terjadi praktik prostitusi.

"Pemilik warung saat itu juga sudah menyatakan kesediaannya. Ternyata malam tadi saat kami datangi, masih mempekerjakan perempuan dan bahkan terjadi lagi praktik prostitusi," papar Kusri.

Ada dua orang perempuan di warung jablay tersebut yakni dari Banjarmasin dan dari Hulu Sungai.

Usianya sekitar 30 tahun. Salah satunya pernah diamankan pada razia 11 Februari 2022 lalu lantaran melakukan praktik prostitusi.

"Satunya lagi perempuan baru dari Hulu Sungai. Keduanya kami suruh pulang ke daerah asal masing-masing hari ini. Tidak kami antarkan pulang karena sudah dewasa," tandas Kusri.
Pramusaji Belia

Lebih lanjut Kusri mengatakan setelah itu pihaknya bergerak ke Kota Pelaihari, tepatnya di kawasan Jantur

Di tempat ini Satpol PP mendapat laporan warga ada dua warung yang mempekerjakan pramusaji di bawah umur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved