Berita Kaltara

Seorang Wanita Asal Malaysia Diduga Calo PMI Ilegal Diamankan di Kantor Imigrasi Nunukan

Penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal kerap kali terjadi, kali ini perempuan asal Malaysia hendak selundupkan 2 orang masuk Malaysia

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis
Kepala Imigrasi Klas II TPI Nunukan, Washington Saut Dompak. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal kerap kali terjadi, dengan sasaran empuknya adalah melalui daerah perbatasan RI-Malaysia.

Kali ini seorang perempuan asal Malaysia berinisial SL (36) diamankan Balai Penempatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nunukan.

Diduga menjadi calo dan akan melakukan penyelundupan dua WNI asal Sulawesi Selatan, Jumat (15/07/2022).

Kepala Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Washington Saut Dompak mengatakan, petugas BP3MI melakukan pemeriksaan terhadap dua WNI bernama Alex Baddi beserta anaknya yang masih berusia 10 tahun di Pelabuhan Bambangan Sebatik.

Kedua WNI tersebut diduga akan berangkat ke Tawau, Malaysia tanpa mengantongi paspor alias secara ilegal.

"WNI itu memang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Dia kembali ke Indonesia akhir Juni 2022, karena orang tuanya sakit di Sulawesi Selatan. Dia nggak punya paspor," kata Washington Saut Dompak, Jumat (22/07/2022).

Baca juga: 13 PMI Ilegal Asal Sulsel dan NTT Dijanjikan Kerja oleh Tersangka, Harus Membayar Rp 4 Juta Lebih

Baca juga: 18 Orang PMI Ilegal Asal Bulukumba Sulsel Hendak ke Malaysia Berhasil Digagalkan Polres Nunukan

Sesuai keterangan BP3MI Nunukan, Washington sampaikan bahwa WNI tersebut akan difasilitasi keberangkatannya secara ilegal dari Sebatik menuju Tawau oleh SL yang diduga merupakan calo asal Malaysia.

Untuk menangkap terduga calo itu, petugas BP3MI Nunukan menyamar sebagai orang yang juga akan ikut bersama Alex masuk ke Tawau.

"Jadi petugas BP3MI meminta terduga calo untuk menjemput Alex bersama anaknya di Sebatik. SL akhirnya berangkat dari Lahdatu sekira pukul 11.00 waktu Malaysia dan sampai di Pelabuhan Tawau pukul 14.00. Lanjut naik speedboat ke Aji Kuning, Sebatik," ucapnya.

Saat tiba di Sebatik, terduga calo asal Malaysia itu sempat mengambil uang tunai dari tangan Alex sebesar RM1.600 atau Rp5,3 juta.

Melihat itu, petugas BP3MI Nunukan  yang menyamar tadi langsung mengamankan SL dengan tuduhan sebagai terduga penyelundupan WNI.

Baca juga: Anggota Polairud Polres Nunukan Aman 12 Asal NTT Masuk Malaysia, Seorang Pria Diduga Calo PMI Ilegal

Saat diamankan, SL hanya mengantongi IC Malaysia. Setelah hasil pemeriksaan oleh Imigrasi Nunukan, SL mengaku bukan calo atau pengurus dari Alex.

"SL mengaku kalau dia dan Alex sudah seperti keluarga. Karena di Malaysia Alex tinggal bersama istri dan anaknya di Kampung Kanibongan, Sabah. Yang mana kampung itu juga merupakan tempat tinggal SL," ujarnya.

Sampai saat ini, Imigrasi Nunukan masih terus melakukan pendalaman terhadap SL yang diduga akan menyelundupkan WNI ke Malaysia.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved