Berita Kaltara

18 Orang PMI Ilegal Asal Bulukumba Sulsel Hendak ke Malaysia Berhasil Digagalkan Polres Nunukan

Polres Nunukan menangkap dua pria yang memfasilitasi 18 PMI ilegal asal Bulukumba, Sulses yang hendak masuk Malaysia, mereka adalah NS dan AB

Editor: Sri Mariati
HO/Arbain BP2MI Nunukan
Ilustrasi, 12 warga NTT diamankan Satpolairud Polres Nunukan saat ketahuan ingin berangkat ke Tawau, Malaysia secara ilegal, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Polres Nunukan berhasil menangkap pria inisial NS (42) dan AB (39) dan menggagalkan 18 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke wilayah Kelabakan, Malaysia, Jumat (15/07/2022), sekira pukul 13.00 Wita.

Kedua orang tersebut kedapatan saat hendak memfasilitasi keberangkatan belasan PMI ilegal tersebut yang berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Mereka diamankan di pinggir laut Jalan Lingkar Nunukan hal itu disampaikan Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto melalui Kasi Humas Iptu Siswati.

Siswati mengatakan siang itu, pihaknya mendapati sebanyak 18 orang terdiri dari dewasa dan anak-anak berada di pinggir laut Jalan Lingkar.

Belasan orang itu diduga akan menyeberang ke wilayah Kelabakan, Malaysia melalui jalur laut Nunukan.

Baca juga: 21 Orang PMI Ilegal NTT Gagal Berangkat dari Kubu Raya ke Malaysia, Sopir Travel Dibayar Rp 200 Ribu

"Mereka terdiri dari 5 laki-laki dewasa, 4 perempuan dewasa, 6 anak laki-laki, dan 3 anak perempuan. Jadi mereka rencana mau menyeberang ke wilayah Malaysia dengan sarana transportasi speedboat 85 PK," kata Siswati kepada TribunKaltara.com (Tribun Network), Senin (18/07/2022)

Pada TKP (tempat kejadian perkara) yang sama, polisi juga menemukan tersangka AB.

"Tersangka AB yang membawa belasan orang itu dari tempat penampungan menuju ke dermaga speedboat," ucapnya.

Bahkan tersangka AB membenarkan bahwa 18 warga asal Sulawesi Selatan itu akan dia bawa ke wilayah Kelabakan, Malaysia dengan menggunakan jasa pengurus NS.

"AB diduga merupakan orang suruhan NS yang bertugas membawa 18 WNI dari penampungan (rumah NS), menuju Jalan Lingkar untuk dinaikkan ke speedboat," ujar Siswati.

Menurut keterangan yang dihimpun penyidik Polres Nunukan, 18 WNI tersebut ingin bekerja ke Malaysia, namun tidak dilengkapi dengan dokumen paspor.

Baca juga: Anggota Polairud Polres Nunukan Aman 12 Asal NTT Masuk Malaysia, Seorang Pria Diduga Calo PMI Ilegal

Siswati menyampaikan bahwa NS mengaku menjual jasa untuk memfasilitasi WNI keluar negeri secara ilegal dengan upah bervariatif mulai RM450-RM1.100 atau bila dirupiahkan sebesar Rp1,5-Rp3,7 juta.

"Tapi upah tersebut akan dibayarkan kepada AB saat berhasil mengantarkan 18 WNI itu sampai ke Kelabakan, Malaysia," tuturnya.

Ternyata Ada Puluhan WNI Lagi

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved