Berita Kapuas

Program Sekolah Penggerak Kapuas Kalteng, Sebanyak 42 Sekolah Terpilih dan Menerima Manfaat

Sebanyak 42 sekolah di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah terpilih sebagai sekolah penggerak. Merupakan program Kemendikbudristek.

Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Fadly SR
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kapuas, Dr H Suwarno Muriyat saat mnenjelaskan tentang sekolah penggerak di Kapuas. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Sebanyak 42 sekolah di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah terpilih sebagai sekolah penggerak.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kapuas sambut baik adanya Program Sekolah Penggerak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Sampai saat ini sudah ada 42 sekolah di Kapuas terpilih jadi penerima manfaat program sekolah penggerak," kata Kadisdik Kapuas, H Suwarno Muriyat kepada Tribunkalteng.com, Rabu (13/7/2022).

Dilanjutkannya, hari ini baru saja diplenokan ada beberapa sekolah yang masuk kategori daftar tunggu dan setelah dilakukan penilaian, akhirnya ditetapkan juga sebagai sekolah penggerak angkatan ketiga.

Baca juga: Tenggelam Saat Mengambil Air di Sungai, Penderita Epilepsi di Banjarmasin Ditemukan Meninggal Dunia

Baca juga: Gedung TK Kemala Bhayangkari 18 Sampit Diresmikan, Bupati H Halikinnor Berharap Jadi Yang Terbaik

Baca juga: ODGJ Penusuk Kakak Ipar Desa Kapuh HSS, Ditangani Dokter Kejiwaan Selama 14 Untuk Observasi

"Angkatan pertama dan kedua sudah jalan, manfaat program sekolah penggerak ini sangat banyak, selain adanya diklat-diklat guru, kemudian juga kepala sekolahnya," ujarnya.

Termasuk, lanjutnya, ada intervensi yang didapat dari Kemendikbudristek.

"Intervensi dimaksud, misal dalam hal teknologi informatika, ada bantuan chromebook, laptop dan lain sebagainya ke sekolah-sekolah tersebut, selain itu juga ada BOS reguler dan BOS kinerja," bebernya.

Bahkan dengan adanya BOS kinerja bagi yang masuk Program Sekolah Penggerak, bisa menambah daya untuk listrik, kemudian internet.

"Jadi walaupun di desa-desa, tetap bisa melaksanakan pembelajaran secara digital, karena di dalam bantuan Kementerian itu ada router penguat sinyal, seperti yang kemarin kami lakukan in house training di Pujon, jauh di dalam, bisa menggunakan router," ungkapnya.

Kemudian, program sekolah penggerak itu juga ada intervensi lain, selain Teknologi Informatika, juga bangunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved