Kalteng Expo 2022

Kalteng Expo 2022, Germana Tekuni Kain Tenun Kolaborasi Flores & Dayak Lamandau Selama 9 Tahun

Germana, seorang perempuan asal Flores, NTT berumur setengah abad lebih ini yang menekuni tenun, ain bermotif Dayak Lamandau, Kalteng selama 9 tahun

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Germana sedang menenun kain bermotif khas Lamandau, Kalimantan Tengah di pameran Kalteng Expo, Palangkaraya, Rabu (13/7/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Germana, seorang perempuan asal Flores, Nusa Tenggara Timur yang sudah berumur setengah abad lebih ini, telah menekuni pembuatan Tenun kain bermotif Dayak Lamandau, Kalimantan Tengah selama 9 tahun sejak 2013 lalu.

Kisah awalnya bermula saat dia nekat menjadi pekerja trans di Lamandau puluhan tahun silam.

Karena mempunyai keahlian menenun, pihak pemerintah setempat meminta Germana untuk membuat Tenun khas Flores dengan motif Dayak.

Kemahiran Germana membuat tenunan turun temurun dari kakek neneknya. Bahkan era orang tuanya dulu, memintal kapas menjadikan benang hingga menjadi sebuah kain tenun yang indah.

Perempuan yang sudah memiliki 5 cucu ini sempat kesulitan saat awal mulai menenun. Karena keterbatasan alat dan bahan.

Baca juga: Kalteng Expo 2022, WBP Rutan Palangkaraya Pamerkan Karya Getah Nyatu Bernilai Ekonomis

Baca juga: Kalteng Expo 2022, Persiapan Sudah 80 Persen, Libatkan Puluhan UMKM Lokal Pamerkan Produk Unggul

Namun karena dukungan pemerintah setempat, dia mendapatkan beberapa fasilitas menenun.

"Awalnya memang kesulitan bahan dan alat. Namun sekarang sudah lancar semua karena dukungan pemerintah," kata Germana, Rabu (13/7/2022).

Setelah mencoba tenunan bermotif Dayak Lamandau Kalteng, yang tentunya juga mengalami beberapa kegagalan. Germana menuai apresiasi masyarakat.

Sehingga tenunan hasil karyanya kerap dipesan baik oleh masyarakat maupun pejabat daerah untuk digunakan dan cinderamata. Meskipun harga tenunannya relatif dibilang mahal.

Sementara itu, Germana juga menjelaskan pembeda kain tenun motif Dayak Kalteng ini melalui warnanya dan guratan motif yang berbentuk.

Misalnya cenderung warna cerah kuning dan merah adalah tenun motif Dayak Kalteng dan motifnya bisa ilustrasi Batang Garing dan simbol khas Kalteng.

Satu kain tenunan tersebut dibandrol dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta tergantung motif dan ukuran kain tenun. Namun harga tersebut tak seberapa jika dibanding pembuatannya memakan waktu 1 bulan.

Baca juga: Festival Budaya Isen Mulang dan Kalteng Expo Meriahkan Hari Jadi Ke-65 Kalteng, Logo HUT Diluncurkan

"Untuk pembuatannya 1 bulan. Harganya Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta tergantung motifnya," beber Germana.

Kendati demikian, perempuan yang sudah dianugrahi 5 orang anak dan tinggal di Desa Bukit Indah ini mempunyai cita-cita tenunannya merakyat harganya terjangkau suatu kelak.

"Harapannya kain tenun bisa murah masyarakat bisa membelinya dengan harga terjangkau kalau sudah sukses nanti," pungkas Germana. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved