Selebrita
Artis Meninggal, Ini Penyebab Pembengkakan Jantung yang Renggut Nyawa Dicky Topan 'Si Entong'
Kabar duka, lagi seorang artis meninggal yakni pemain sinetron Si Entong, Dicky Topan karena mengalami pembengkakan jantung
TRIBUNKALTENG.COM - Kabar duka, lagi seorang artis meninggal yakni pemain sinetron Si Entong, Dicky Topan karena mengalami pembengkakan jantung.
Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi pembengkakan jantung seperti yang dialami Dicky Topan alias Dicky Lebrianto, pemeran sinetron komedi religi Si Entong?
Dicky Topan lahir di Jakarta pada 22 Februari 1996 atau meninggal saat berusia 26 tahun, Kamis (7/7/2022) malam kemarin.
Dicky Topan dikenal publik saat memerankan tokoh Topan adik dari Entong dalam sinetron Si Entong.
Baca juga: 4 Bulan Lalu Tjahjo Kumolo Sedih Adik Satu-satunya Wafat, Kini Menpan RB Itu Nyusul Meninggal
Baca juga: Kabar Duka, Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia, Politisi PDI-P itu Sempat Dirawat di RS
Baca juga: Anak Isyaratkan Jenazah Rima Melati & Frans Tumbuan Batal Satu Liang, Dijodohkan Sejak Umur 1 Tahun
Selain itu, dirinya juga sempat mendapatkan peran bermain di film 'Tuyul' dan 'Cin... Tetangga Gue Kuntilanak!' sehingga namanya semakin dikenal.
Namun setelah itu, nama Dicky Topan semakin jarang terdengar di publik lantaran kesibukannya yang mengurus sebuah usaha tempat makan.
Ia dikabarkan memiliki sebuah warung makan yang bertempat di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Hingga akhirnya lelaki yang memiliki tinggi 95 sentimeter ini dikabarkan jatuh sakit sejak 2 tahun terakhir dengan menderita penyakit jantung.
Sempat berjuang sembuh, akhirnya Dicky Topan dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami drop akibat pembengkakan jantung.
Pembengkakan jantung
Pembengkakan jantung adalah masalah kesehatan yang terjadi ketika jantung yang membesar.
Istilah medis pembengkakan jantung ini adalah kardiomegali.
Kondisi ini bisa bersifat ringan, parah, hanya muncul sementara, atau berkepanjangan.
Penyebab pembengkakan jantung dikutip dari Kompas.com
1. Penyakit jantung bawaan
Dilansir dari MayoClinic, penyakit jantung bawaan terkadang bisa memengaruhi struktur dan fungsi jantung.
Akibatnya, otot jantung lebih besar dan lemah ketimbang kondisi normal.
2. Serangan jantung
Serangan jantung meninggalkan bekas luka berupa jaringan parut dan merusak jantung.
Kondisi ini bisa membuat jantung susah memompa darah ke tubuh dan imbasnya organ vital ini bisa bengkak sampai gagal jantung.
3. Gangguan otot jantung
Kondisi ini membuat jantung kaku dan menebal.
Jantung susah memompa darah dan jantung membengkak.
4. Cedera pada bagian dada atau jantung
Imbasnya, cairan menumpuk di kantung atau selubung jantung.
Jantung terlihat bengkak saat pemeriksaan rontgen dada.

5. Gangguan katup jantung
Katup jantung berguna untuk mengontrol aliran darah mengalir tetap lancar.
Penyakit atau kondisi yang merusak salah satu katup bisa mengganggu aliran darah dan menyebabkan salah satu bagian jantung membengkak.
6. Tekanan darah tinggi
Jantung dipaksa bekerja ekstra keras untuk memompa darah untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Tekanan ini membuat otot jantung membesar, melemah, dan jantung bengkak.
7. Hipertensi paru
Hipertensi paru atau tekanan darah tinggi di pembuluh darah arteri paru-paru membuat jantung bekerja keras untuk memindahkan darah antara paru-paru dan jantung.
Tekanan ini bisa membuat sisi kanan jantung menebal atau bengkak
8. Anemia
Kekurangan sel darah merah membuat jantung harus memompa darah lebih keras untuk menggenapi kekurangan oksigen dalam darah.
9. Gangguan tiroid
Kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) bisa sama-sama jadi penyebab pembengkakan jantung.
10. Kelebihan zat besi
Kelebihan zat besi bisa membuat zat ini menumpuk di berbagai organ, termasuk jantung.
Kondisi ini dapat memicu pembengkakan jantung di bilik sebelah kiri.
11. Penumpukan protein di jantung
Penyakit tertentu dapat membuat protein yang disebut amiloid terkumpul di dalam darah dan menumpuk di jantung.
Kondisi ini membuat dinding jantung menebal dan bekerja ekstra keras untuk memasok darah.
12. Olahraga berat
Kondisi ini biasanya berlangsung sementara dan tidak dianggap sebagai penyakit.
13. Lemak di sekitar jantung
Kondisi ini bisa menyebabkan jantung bengkak saat dipantau lewat rontgen dada.
14. Konsumsi alkohol berlebihan dan penyalahgunaan narkoba
Dilansir dari MedicalNewsToday, penyalahgunaan narkoba dan kebiasaan minum minuman keras bisa menyebabkan jantung bengkak.
15. Stres berlebihan
Kondisi ini biasanya bersifat sementara.
16. Kehamilan
Kondisi yang bersifat sementara itu disebut kardiomiopati peripartum.
17. Infeksi virus pada jantung
Kondisi ini biasanya bisa disembuhkan dengan pengobatan anti-virus.
Cara mencegah pembengkakan jantung
1. Selalu pantau dan kendalikan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi
2. Konsumsi makanan yang bergizi lengkap dan seimbang setiap hari
3. Rutin olahraga
4. Hindari alkohol
5. Setop merokok
6. Hindari narkoba