Berita Palangkaraya

Jelang Idul Adha 2022, Harga Daging Sapi Tembus Rp 170 Ribu per Kg di Pasar Besar Palangkaraya

Jelang hari raya Idul Adha 2022, harga daging sapi di Pasar Besar Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah mencapai hingga harga Rp 170 ribu perkilonya

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ghorby Sugianto
Pemprov Kalteng saat melakukan pengawasan harga pangan di Pasar Besar Palangkaraya, Jumat (8/7/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jelang hari raya Idul Adha 2022, harga daging sapi di Pasar Besar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Daging sapi per kg tembus mencapai Rp 170 ribu. Hal itu juga disebabkan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah yang akhir-akhir ini meresahkan para peternak.

Selain itu, faktor pasokan yang terbatas dan distribusi yang terhambat seperti masalah administrasi juga mempengaruhi melambungnya harga daging sapi di pasaran saat ini.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S Ampung, yang melakukan pemantauan harga di pasaran menjelaskan pihaknya berupaya untuk menjaga kestabilan harga dan stok.

"Untuk masalah administrasi dicoba untuk melakukan komunikasi kembali dengan Dinas TPHP provinsi bagaimana agar bisa dipercepat," kata Leo S Ampung, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Cocok saat Hari Raya Idul Adha 2022, Ini Resep Membuat Petis Kambing & Rendang Daging Sapi

Baca juga: Jelang Lebaran 2022, Harga Daging Sapi di Pasar Kahayan Palangkaraya Naik Rp 155 Ribu Perkilogram

Baca juga: Harga Daging Sapi Belum Ada Kenaikan, Pedagang Pasar Palangkaraya Mengaku Sepi Pembeli

"Karena kita menjaga dan melindungi Kalteng dari penyebaran yang masif terhadap wabah PMK. Itu yang kita buat regulasi yang harus disiapkan oleh pemasok dari luar ke Kalteng”, tambahnya.

Untuk mengatasi permasalahan kenaikan harga jelang Hari Raya Idul Adha 2022 itu, Pemprov Kalteng melalui Dinas Ketahanan Pangan, menggelar pangan murah dan Pasar Penyeimbang dari Dinas Perdagangan Perindustrian setempat.

Selain itu, melalui instansi terkait pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan kemandirian pangan, setidaknya bisa untuk memproduksi kebutuhan pangan sehari-hari.

Dengan adanya Pasar penyeimbang, Leo S Ampung berharap, hal itu membantu masyarakat untuk memperoleh ketersedian pangan dan dengan harga yang wajar. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved