Opini: Legalisasi Ganja, Mungkinkah?

Di negara lain tentu hukum dibuat berdasarkan suasana sosial di negara yang bersangkutan, yang belum tentu cocok dengan suasana Indonesia

Editor: Dwi Sudarlan
Opini: Legalisasi Ganja, Mungkinkah?
Istimewa
Kombes Pol (Pur) Dr Slamet Pribadi, SH, MH, dosen Universitas Bhayangkara.

Opini oleh Kombes Pol (Pur) Dr Slamet Pribadi, SH, MH

Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta 

SETELAH Pemerintah Thailand memutuskan untuk melegalisasi ganja, di berbagai medsos Indonesia langsung memperlihatkan maraknya reaksi pro dan kontra yang makin meriuhkan suasana khasanah perganjaan.

Semua tersentak dan memberikan kegalauan berbagai pihak, di antaranya agar Indonesia mengikuti jalan pikiran pemerintah Thailand untuk melegalisasi ganja.

Diikuti oleh perjuangan seorang ibu yang mengajak putranya di hadapan masyarakat yang sedang melaksanakan olah raga, sambil menunjukkan sebuah poster.

Ini membuat permohonannya menjadi viral, karena menjadi perhatian masyarakat yang lalu lalang di hadapan ibu yang anaknya sakit dan memerlukan pengobatan berupa ganja.

Dalam spanduknya, ibu itu menyerukan legalisasi ganja untuk medis.

Kedua hal tersebut semakin memeriahkan suasana sosial masyarakat soal legalisasi ganja, baik yang setuju maupun yang tidak setuju.

Yang setuju adalah agar regulasi soal ganja segera diubah khususnya untuk kepentingan Kesehatan.

Kemudian yang tidak setuju menyampaikan bahwa apapun alasanya legalisasi ganja tidak diperlukan,  karena ganja mempunyai dampak negatif lebih banyak daripada manfaatnya.    

Sebenarnya upaya untuk melegalisasi ganja itu sudah disuarakan oleh beberapa pihak, dengan berbagai cara, demo kecil kecilan, menghadap berbagai lembaga yang terkait.

Diadakan diskusi-diskusi kecil yang mengundang stake holder terkait narkotika, dengan membawa data yang katanya jurnal-jurnal Internasional dan data penelitian internasional, secara lisan disampaikan namun belum diberikan rincian data tersebut untuk memperjelas argumen.

Yang menurutnya dapat  memberikan manfaat menyembuhkan sakit tertentu.

Namun tidak menjelaskan bagaimana dampak negatif penggunaan ganja yang berkepanjangan akibat kecanduan ganja yang terus menagih.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved