Berita Kalteng

Ratusan Desa Kalteng Blank Spot, Tahun 2020 Ditargetkan 517 Menara Telekomunikasi Terbangun

Sebanyak 517 menara telekomunikasi akan dibangun di Provinsi Kalimantan Tengah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat era teknologi digital saat ini.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Siswadi saat membeberkan terkait pembangunan menara teklekomunikasi di Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA -Sebanyak 517 menara telekomunikasi akan dibangun di Provinsi Kalimantan Tengah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di era teknologi digital saat ini.

Sarana dan prasarana penunjang untuk layanan komunikasi kepada masyarakat tersebut diperlukan untuk mendukung era informasi digital yang sedang dilakukan pemerintah.

Mengingat beberapa titik di Kalimantan Tengah masih ditemui blank spot  atau jaringan susah untuk diakses diperlukan pembangunan menara telekomunikasi tersebut. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Siswadi mengungkapkan, dalam tahun 2022 direncanakan akan dibangun 517 menara telekomunikasi.

Baca juga: Lakalantas Palangkaraya, 2 Pejalan Kaki Ditabrak Pemotor Saat Ingin Salat Subuh 1 Meninggal Dunia

Baca juga: Resmi Buka Muskab KADIN Kotim, Bupati H Halikinnor Pinjamkan Tempat Untuk Operasional Kantor

Baca juga: Dibutuhkan Untuk Layani Daerah Pelosok, Bupati Kotim H Halikinnor Pertahankan Honorer Berkompeten

Menara telekomunikasi tersebut dibangun bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas dan Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) dan operator seluler lainnya.

"Diharapkan pada tahun 2022 ini, semua menara telekomunikasi yang telah dibangun dapat segera on air dan masyarakat Kalteng dapat menikmati layanan telekomunikasi dan internet," kata Agus Siswadi, Selasa (21/6/2022). 

Dia menambahkan, tahun 2021 pihaknya telah mengusulkan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Usulan tersebut perihal pembangunan menara telekomunikasi base transceiver station (BTS) untuk 500 desa yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi selular (blank spot).

“Pada pertengahan tahun yang sama, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui BAKTI bekerja sama dengan para operator seluler membangun 62 menara telekomunikasi BTS pada desa-desa yang blankspot," jelasnya.

Hal itu bertujuan untuk mewujudkan pemerataan jaringan telekomunikasi di tingkat desa. Namun dia menilai pihaknya tidak terpaku pada jumlah desa, namun pembangunan infrastruktur jaringan pada titik blank spot

"Ada beberapa desa yang memerlukan lebih dari satu BTS, tergantung dari jumlah penduduk ataupun mungkin cakupan jaringan. Ada yang cukup satu BTS, ada pula yang harus dibangunkan dua BTS," beber Agus Siswadi. 

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik, terus berupaya mengusulkan ke Kementerian terkait untuk desa-desa yang belum masuk pada pembangunan BTS. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved