Berita Kalbar

Terbawa Arus Sungai di Sintang Saat Sampan Terbalik, 2 Hari Bayi Tenggelam Belum Ditemukan

Peristiwa nahas terjadi di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Seorang bayi berusia 19 bulan tenggelam di sungai Ketungau, Desa Nanga Bugau.

Editor: Fathurahman
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Seorang Bayi berusia 19 bulan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tenggelam di sungai Ketungau, Desa Nanga Bugau, Jumat, 17 Juni 2022. Dua hari dilakukan pencarian, bayi bernama Yeremia Malafu belum ditemukan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Peristiwa nahas terjadi di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Seorang bayi berusia 19 bulan tenggelam di sungai Ketungau, Desa Nanga Bugau.

Upaya pencarian korban bayi hilang tenggelam setelah sampan terbalik dan bayi hilang tenggalm sudah dilakukan petugas selama dua hari ini namun belum membuahkan hasil.

Korban hilang bayi malang tersebut belum juga ditemukan oleh tim pencarian sehingga penyisiran terus dilakukan oleh petugas dan warga.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 17 Juni 2022. Setelah dua hari pencarian, keberadaan Bayi bernama Yeremia Malafu belum ditemukan.

Baca juga: Ramaikan Fun Bike Polda Kalteng, Berpakaian Unik Komunitas Sepeda Tua Curi Perhatian Warga

Baca juga: 2 Bacalon Ketua Gagal Ikut Muskab KADIN Kotim, Calon Petahana Berpeluang Kembali Memimpin

Baca juga: Sabu 4,20 Gram Dalam Kotak Rokok Disita Petugas, Ditemukan Saat Penggeledahan Badan MA

Tim gabungan TNI-Polri dan masyarakat masih terus melakukan pencarian.

Tenggelamnya Bayi berusia 19 bulan berawal saat kedua orangtuanya Hexon dan Tabita hendak pulang ke rumah setelah menghadiri pesta Gawai di Dusun Binjai Hilir, menuju ke camp Barak PT KSA 3, Ketungau Hulu, pada Jumat, pukul 18.00 WIB.

Pasangan suami istri dan anaknya ini pulang diantar menggunakan sampan oleh Frans.

"Setelah sekitar kurang lebih 10 meter jarak dari pinggir sungai, tiba tiba sampan yang dingunakan Karam dan tenggelam," kata Kapolsek Ketungau Hulu, AKP Fahri Gunawan dikonfirmasi Tribunpontianak, Minggu 19 Juni 2022.

Saat sampan terbalik, Frans dan Hexson bisa menyelamatkan diri.

Sementara Tabita dan bayinya ikut terseret arus sungai bersama sampan. Malang, anaknya yang masih berusia 19 bulan tak dapat diselamatkan, hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai.

"Ayah kandung korban dan Frans berhasil sampai di darat, dan meminta tolong kepada warga setempat, sedangkan Tabita Bani masih di tengah Sungai terbawa arus kemudian warga Setempat berusaha mencari di aluran sungai ketungau, dan menemukan masih berpegangan sampan yang karam ditengah tengah sungai tetapi korban Jeremia tidak bisa ditemukan. Kemudian keesokan paginya warga memberitaukan kejadian tersebut ke polsek ketungau hulu," beber Kapolsek.

Sampai saat ini bayi 19 bulan tersebut belum diketemukan dan masih dilakukan pencarian oleh masyarakat Binjai Hilir beserta Anggota Polsek Ketungau Hulu.

"Sampan yang digunakan ukuranya terlalu kecil sehingga sampan karam. Kami Polsek Ketungau Hulu dan Koramil Senaning masih melakukan pencarian," kata Fahri. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Sampan Terbalik di Sungai Ketungau, Bayi 19 Bulan Hilang Tenggalam dan Hingga 2 Hari Belum Ditemukan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved