Berita Palangkaraya

Tak Terima Ditagih Hutang, Lakukan Pengancaman Hingga Niat Kabur, RH Malah Bakar Kios Buah Adik

Tak cukup melakukan pengancaman dengan mendatangi kios buah milik sang adik di Jalan Rajawali, RH malah bakar kios buah sang adik, Jumat (20/6/2022)

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/PANGKAN BANGEL
Pelaku pengancaman RH diamankan Tim PPRC Ditsamapta Polda Kalteng, saat hendak kabur ke Banjarmasin, Kamis (9/6/20222). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Entah setan apa yang merasuki seorang kakak berinisial RH, yang tega melakukan pengancaman terhadap adik dan iparnya sendiri.  Lantara ditagih hutang sebesar Rp 200 ribu.

Tak cukup melakukan pengancaman dengan mendatangi kios buah milik sang adik di Jalan Rajawali, Bukit Tunggal, Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ternyata melakukan mencoba membakar kios buah sang adik pada Jumat (10/6/2022) dini hari tadi.

Bahkan kejadian itu sempat heboh, sehingga korban melaporkan kasus tersebut saat Tim Patroli Presisi Respon Cepat (PPRC) Ditsamapta Polda Kalteng datang.

Pelaku yang sempat ingin kabur ke Banjarmasin bersama istrinyapun berhasil digagalkan.

Dirsamapta Polda Kalteng, Kombes Pol Cahyo Widiarso melalui Iptu Budi Hartono mengatakan pelaku RH hendak kabur.

Baca juga: Tim PPRC Ditsamapta Polda Kalteng Amankan Pelaku Pengancaman, Gegara Ditagih Hutang Rp 200 Ribu

“Pelaku diamankan di Jalan Mendawai, saat hendak kabur ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” terangnya, Jumat (10/6/2022).

Pelaku bersama istrimya sudah menggunakan mobil, hendak keluar dari gang tempat ia tinggal.

Kalah cepat dengan petugas, mobil yang digunakan pelaku pun langsung dihadang oleh petugas.

Pelaku dibawa ke Mako Ditsamapta Polda Kalteng untuk dimintai keterangan.

“Usai mendatangi lokasi kejadian pengancaman di Jalan Rajawali. Berdasarkan informasi dari adik iparnya, pelaku hendak melarikan diri,” jelas Iptu Budi.

Ia pun mengirim personel Tim PPRC untuk langsung bergegas ke tempat RH tinggal.

Diketahui pengancaman terjadi karena pelaku tak senang saat ditagih hutangnya sebesar Rp 200 Ribu.

“Pelaku mengambil pisau yang ada di kios buah tersebut, kemudian sempat mengancam pemilik toko. Setelah itu pisau ditebaskan ke buah melon yang terpajang di toko,” tutupnya.

Baca juga: Penganiayaan Polisi Kalteng, Pelakunya Ternyata Pegawai Honorer DLH Pemko Palangkaraya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved