Edy Mulyadi Tetap Ngotot Tak Bersalah, Eksepsi Ditolak Hakim: "IKN Itu Proyek Ugal-ugalan"

Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian 'jin buang anak' Edy Mulyadi ngotot tidak bersalah

Editor: Dwi Sudarlan
Kompas.com/Tatang Guritno
Edy Mulyadi, terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian 'jin buang anak' sebelum menjalani sidang perdana di PN Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian 'jin buang anak' Edy Mulyadi ngotot tidak bersalah.

Karena itu, Edy Mulyadi yang pernah mencalonkan dirinya sebagai legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini engaku kecewa karena eksepsinya ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat .

Bahkan, kepada pers usia sidang, Edy Mulyadi melontarkan pernyataan bahwa pemindahan IKN (Ibu Kota Negara) dari Jakarta ke Paser, Penajam Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) adalah proyek ugal-ugalan.

Senin (6/6/2022) kemarin, Edy Mulyadi kembali menjalani sidang dalam kasus dugaan ujaran kebencian 'jin buang anak'.

Baca juga: Majelis Adat Dayak Kawal Sidang Jin Buang Anak Edy Mulyadi: Kami Maafkan Tapi Hukum Berat Dia

Baca juga: Sidang Jin Buang Anak Dimulai, Edy Mulyadi Minta Maaf dan Diajak Foto Bareng di Ruang Sidang

Baca juga: Hari Ini Edy Mulyadi Jalani Sidang Perdana Kasus Jin Buang Anak Setelah Jalani Tahanan 4,5 Bulan

"Saya akan coba sebisa mungkin dibantu pengacara, saya buktikan saya tidak bersalah. Saya ingin sampaikan bahwa poinnya bukan jin buang anak. Tapi gimana proyek IKN ini, proyek IKN ugal-ugalan yang merugikan rakyat Kalimantan khususnya, bangsa Indonesia, karena enggak punya duit cari sumbangan," kata Edy Multadi.

Dia beberapa kali menegaskan tidak bersalah dalam kasus ini.

Edy Mulyadi mengungkapkan bahwa poin ucapannya bukan soal tempat jin buang anak.

Melainkan bagaimana pemindahan IKN ke Kalimantan adalah proyek yang ugal-ugalan.

Ia menyebut bahwa proyek ini sangat merugikan masyarakat.

Meski mengaku kecewa, namun Edy Mulyadi mengaku tetap menghargai keputusan hakim.

"Kita kecewa iya, tapi enggak apa-apa itu kita hargai dan justru saya dan teman-teman lawyer ada sisi hikmah positifnya, karena dengan sidang lanjut kita akan pembuktian," ujarnya.

Saat persidangan, majelis hakim yang diketuai Adeng AK menyatakan menolak eksepsi terdakwa Edy Mulyadi.

"Mengadili menolak keberatan dari penasehat hukum terdakwa Edy Mulyadi tersebut. Menyatakan surat dakwaan penuntut umum atas nama Edy Mulyadi adalah sah," kata Adeng AK saat membacakan putusan sela.

Selain itu, hakim juga meminta JPU (jaksa penuntut umum) agar melanjutkan perkara tersebut dengan menghadirkan saksi-saksi dan barang bukti.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved