Berita Kalsel

Rekonstruksi Pembunuhan Calon Pengantin di Gang Wadai Martapura, Pelaku Peragakan 42 Adegan

Rekontruksi pembunuhan calon pengantin di Gang Wadai, kawasan Desa Murung Kenanga, Kota Martapura digelar oleh Satreskrim Polres Kabupaten Banjar.

Editor: Fathurahman
HUMAS POLRES BANJAR UNTUK BPOST
Tersangka pelaku pembunuhan yakni BS, ditahan di Polres Banjar, Kalimantan Selatan. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA -Rekontruksi kasus pembunuhan calon pengantin di Gang Wadai, kawasan Desa Murung Kenanga, Kota Martapura digelar oleh Satreskrim Polres Kabupaten Banjar.

Rekonstruksi kasus pembunuhan dengan korban Muhammad Lutfi tersebut dilakukan di halaman kantor Satreskrim Polres Banjar.

Pelaku pembunuhan berinisial BS dalam rekontsruksi tersebut diminta penyidik memperagakan hingga 42 kali adegan.

Kasus pembunuhan calon pengantin di Gang Wadai, kawasan Desa Murung Kenanga, Kota Martapura tersebut jadi perbincangan warga setempat.

Saat ini, petugas melakukan rekonstruksi peristiwa tewasnya Muhammad Lutfi, calon pengantin di Gang Wadai, kawasan Desa Murung Kenanga, Kota Martapura.

Baca juga: Curi Sepeda Motor Parkir Depan Rumah, Pria Warga Desa Kuala Dua Diamankan Petugas

Baca juga: Tawuran Pelajar Palangkaraya, Lokasi Tawuran di Temanggung Tilung Banyak Ditemukan Botol Miras

Baca juga: Tawuran Pelajar Palangkaraya, Pelaku Pemukulan Awal Korban Diduga Dipengaruhi Minuman Keras

Pelaku BS memeragakan semua adegan di halaman Kantor Satreskrim Polres Banjar disaksikan para saksi dan penasihat hukum terdakwa, saat Senin (6/7/2022).

Menurut Kasatreskrim Polres Banjar, Iptu Framsiskus Manaan, saat dikonfirmasi, mengatakan, rekonstruksi oleh tersangka pelaku BS ini untuk menjelaskan perbuatan membunuh korban.

"Ada 42 adegan, yaitu sejak pertama pelaku melukai korban hingga korban dievakuasi ke rumah sakit," ujarnya.

Terungkap motif pelaku BS menghabisi nyawa korban dengan 5 kali tusukan menggunakan pisau dapur karena cemburu.

Pelaku tak menerima niat korban menikahi mantan kekasihnya, yakni berinisial NW

Pelaku dan korban merupakan kawan akrab sejak kecil hingga sama-sama menjadi juru parkir di kawasan Pasar Bauntung Batuah Martapura.

"Pelaku melanggar Pasal 338 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Banjar, Iptu Fransiskus Manaan mengimbau masyarakat agar mengerti dan menaati hukum.

"Apabila terjadi permasalahan pribadi agar secepatnya diatasi agar tidak menimbulkan permasalah baru seperti kasus ini," ujar Fransiskus Manaan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved