Berita Kaltara

Kisah Ratusan PMI Deportasi Malaysia, Mulai Alami Penyakit Kulit, Rematik, Hingga Tak Bisa Jalan

banyak kisah yang dialami ratusan PMI dideportasi dari Malaysia, mulai dari penyakit kulit, rematik hingga tak bisa jalan. hal itu diungkap kepala KPP

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Tiga deportant PMI digotong rekannya ke mobil ambulance menuju Puskesmas Nunukan, Jumat (03/06/2022), sore. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Ada banyak kisah yang dialami ratusan para Pekerja Imigran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia, pada Kamis (2/6/2022) lalu.

Mulai dari mengalami penyakit kulit dan rematik hingga tak bisa berjalan dari para PMI ini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Nunukan, dr Baharullah.

"Ratusan PMI yang dideportasi kemarin keluhan paling banyak penyakit kulit. Sehingga gatal-gatal mereka rasa. Bahkan ada rematik parah sehingga tidak bisa berjalan," kata dr Baharullah, melalui telepon seluler, Jumat (3/6/2022).

Dia mengatakan, tingkat keparahan penyakit kulit yang dialami ratusan deportant PMI itu berbeda-beda.

Menurutnya gatal-gatal pada kulit yang dialami ratusan PMI itu, lantaran buruknya sanitasi di depot Imigresen Malaysia.

Baca juga: 21 Orang PMI Ilegal NTT Gagal Berangkat dari Kubu Raya ke Malaysia, Sopir Travel Dibayar Rp 200 Ribu

Belum lagi, kata dr Baharullah air mandi yang digunakan para PMI selama berada di pusat tahanan terbilang kotor. Sehingga menyebabkan munculnya bakteri pada kulit PMI tersebut.

"Sudah sanitasinya buruk, air mandi kurang bersih, tempat mereka tidur juga mungkin demikian. Ditambah makanan yang dikonsumsi kurang bergizi. Di dalam ruangan tahanan juga berdesak-desakan. Jadi semua itu bisa jadi faktor penyebab gatal pada kulit. Bahkan itu juga menular," ucapnya.

Untuk memberikan pengobatan awal kepada ratusan PMI yang mengalami penyakit kulit, KKP Nunukan telah memberikan obat-obatan gatal.

"Kami sudah berikan obat gatal juga. Penyakit kulit itu bisa sembuh, kalau yang bersangkutan menjaga kebersihan badan. Memang butuh waktu untuk mereka yang penyakit kulitnya cukup parah. Perhatikan makanan yang dikonsumsi," ujarnya.

Selain itu ia menyebut ada tiga laki-laki dewasa yang diberikan kursi roda, karena tidak mampu berjalan akibat mengalami sakit rematik.

Bupati Nunukan Asmin Laura menanyakan kondisi satu diantara tiga deportant PMI yang tak bisa berjalan akibat rematik yang dialaminya selama berada di pusat tahanan Imigresen Malaysia. Foto diambil saat ratusan PMI tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (2/6/2022) sore.

Baca juga: BP2MI Nunukan Ungkap Ini Penyebab Ratusan WNI Dideportasi dari Malaysia

Bupati Nunukan Asmin Laura menanyakan kondisi satu diantara tiga deportant PMI yang tak bisa berjalan akibat rematik yang dialaminya selama berada di pusat tahanan

"Bayangkan berbulan-bulan di dalam tahanan, tanpa aktivitas yang bisa membuat otot mereka berfungsi dengan baik. Banyak orang jadi susah bergerak. Fisik jadi lemah sehingga dalam jangka waktu tertentu otot kaki jadi susah digerakkan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved