Selebrita

Kisah Spiritual Komedian Yadi Sembako, Mimpi Guru Sekumpul dan Abah Anom, Roben Onsu Syok

Yadi Sembako pun kemudian mengaku saat itu dirinya seakan berada di suatu tempat di mana banyak orang yang memakai imamah

Editor: Dwi Sudarlan
Youtube MOP Channel
Komedian Yadi Sembako saat mengungkapkan kisah spiritualnya. 

TRIBUNKALTENG.COM - Tak hanya sepi job hingga kondisi ekonominya morat marit, kondisi kesehatan komedian Yadi Sembako juga pernah drop bahkan pernah mengalami kondisi seolah mati suri.

Dalam kondisi tidak sadar itu, Yadi Sembako mengaku sekan bemimpi bertemu dengan mendiang dua ulama besar yakni Guru Sekumpul asal Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel dan Abah Anom dari Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jabar.

Yadi Sembako yang kini tubuhnya kurus mengungkapkan pernah tidak sadarkan diri setelah Lebaran.

Mati suri? Dia mengaku tidak bisa memastikan.

Baca juga: Kisah Pilu Balita 3 Tahun yang Hanya Diberi Makan Mi Instan Mentah, Juga Sering Disiksa Orangtuanya

Baca juga: Fakta Furry Setya Di Masa Lalu Terungkap, Kisah Asli Tokoh Purnomo Sinetron Tukang Ojek Pengkolan

Baca juga: Sosok yang Menemani Tukul Arwana Saat Disuntik Dokter Terawan, si Komedian Terima Vaksin Nusantara

"Dibilang mati suri sih belum berapa lama ya. Kalau kata keluarga, sejam lebih 15 menit (nggak sadar). Di rumah, saya dibawa ke rumah sakit, nggak tahu kondisi saya sudah bagaimana saya disuruh dibawa pulang lagi gitu," ungkap Yadi Sembako dalam program Pagi Pagi Ambyar, Selasa (31/5/2022).

Setiba di rumah, Yadi Sembako mengaku kembali tidak sadarkan diri. Dia pun sempat berpamitan.

"Kata keluarga, saya sempat bilang, 'Mau berangkat, mau berangkat, mau berangkat.' Sore itu saya menggigil badan, semuanya sampai hilang itu, katanya saya merem air mata keluar terus," ucapnya.

Yadi Sembako pun kemudian mengaku saat itu dirinya seakan berada di suatu tempat di mana banyak orang yang memakai imamah.

"Dari situ saya bukannya mengada-ada, tapi memang yang saya alami saya ada di suatu wilayah semua orang pakai imamah. Ada yang pakai jenggot, saya sampai ketemu alhamdulillah mungkin ini karomahnya Guru Sekumpul di Martapura karena saya sebelum covid saya hadir terus di haul beliau," ceritanya.

"Saya bertemu beliau, sama Guru Anom yang masih hidup. Jadi saya ketemu beliau di suatu perjalanan, di mana saya merasa asing. Ini siapa, ini siapa, yang saya kenal apa yang selama ini saya haul. Mereka yang bilang, 'Balik Yadi, balik Yadi belum waktunya.' Itu terngiang di telinga kencang banget," ungkap Yadi Sembako.

Setelah terbangun, Yadi Sembako merasa belum memahami apa yang terjadi.

Selama 1,5 jam itu dia banyak diceritakan soal kondisinya oleh keluarga yang menyaksikan.

"Saya bangun, kata keluarga, saya ngomong nggak ini ya, ngelantur, 'Saya habis jalan-jalan. Saya habis jalan-jalan,' gitu," kayta Yadi Sembako.

Dari kondisi itu, Yadi Sembako merasa mendapat peringatan yakni Tuhan masih memberinya kesempatan untuk menyelesaikan hal-hal yang belum terselesaikan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved