Berita Kalsel
5 Warga Banjarbaru Laporkan Kasus Dugaan Penipuan Arisan Online, Kerugian Capai Puluhan Juta
Dua orang warga banjarbaru Kalimantan Selatan melaporkan dugaan penipuan arisan online yang merugikan pihaknya hingga mencapai puluhan juta rupiah.
TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN -Lima orang warga banjarbaru Kalimantan Selatan melaporkan dugaan penipuan arisan online yang merugikan pihaknya hingga mencapai puluhan juta rupiah.
Korban arisan online yang melaporkan kasus dugaan penipuan itu kepasa pihak kepolsian sebanyak lima orang dengan jumlah kerugian mencapai Rp 48 juta.
Sedangkan, bandar arisan online yang dilaporkan berjumlah dua orang merupakan kaka beradik yang menjadi bandar arisan online tersebut.
Para korban dugaan penipuan ini melaporkan bandar arisan online tersebut karena bandar arisan sudah tidak lagi dapat membayarkan keuntungan yang dijanjikan dari transaksi penjualan slot arisan maupun arisan online itu sendiri.
Kasus ini mengingatkan perkara penipuan arisan online yang hampir sama yakni dugaan penipuan dan penggelapan berkedok arisan online fiktif di Banjarmasin yang dibandari perempuan berinisial RA.
Baca juga: Oknum ASN Barsel Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Cabuli Anak Bawah Umur di Kantor
Baca juga: Pencurian Barang Bagasi Penumpang Bandara di Kalbar, Pelaku Rusak Resleting Koper Milik Korban
Baca juga: Lakalantas Jalan Raya Tanjung Serdang Kotabaru, Mobil Vs Motor Adu Kuat 2 Orang Meninggal Dunia
Terkini, ada lima orang warga Banjarbaru, Provinsi Kalsel di antaranya Gita dan Danu yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan arisan online.
Mereka mengadukan dugaan penipuan dan penggelapan tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, Kamis (2/6/2022).
Keluar dari Gedung Kantor Ditreskrimum Polda Kalsel sekitar pukul 17.15 Wita, mereka mengatakan, masih akan menyiapkan sejumlah berkas lainnya untuk melengkapi laporannya.
Gita dan Danu dan ketiga rekannya telah mengalami kerugian total sekitar Rp 48 juta dari arisan online yang disebutnya dibandari oleh dua kakak beradik berinisial SMP dan SNF.
"Kakak beradik kandung di Martapura," kata Danu.
Kerugian itu menurut mereka muncul karena bandar arisan sudah tidak lagi dapat membayarkan keuntungan yang dijanjikan baik dari transaksi penjualan slot arisan maupun arisan online itu sendiri.
"Ada juga yang bentuk investasi. Korbannya banyak tapi belum semua mau membuat laporan," kata Gita.
Mereka sendiri mengaku ikut dalam arisan online dan jual beli slot arisan tersebut sejak Tahun 2021 lalu, namun sejak Bulan Februari Tahun 2022 bandar sudah mulai tak lagi dapat membayarkan keuntungan yang dijanjikan.
Upaya komunikasi baik melalui daring maupun secara langsung kata Gita tidak berhasil karena bandar arisan selalu beralasan tidak bisa bertemu.
Karena jalur komunikasi dengan bandar arisan tak bertitik terang, mereka memilih untuk berupaya melalui jalur hukum. (*)
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Mengaku Jadi Korban Arisan Online, Warga Banjarbaru Mengadu ke Polda Kalsel