Berita Kaltara

Satgas Pamtas RI-Malaysia Kembali Berhasil Ungkap Daging Ilegal Malaysia, 2 Warga Nunukan Diamankan

Satgas Pamtas RI-Malaysia kembali berhasil mengungkap masuk dan peredaran daging ilegal diduga berasal dari Negeri Jiran Malaysia, 2 warga diamankan

Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Papen Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit, Sobirin
Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit bersama pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan menyita produk Daging Allana dan Nugget Bebolla Ayam, Senin (30/05/2022), malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN – Satgas Pamtas RI-Malaysia kembali berhasil mengungkap masuk dan peredaran daging ilegal yang diduga berasal dari Negeri Jiran Malaysia.

Pengungkapan kasus itu terbongkar lantaran dua warga Nunukan ketahuan membawa masuk 9 karung daging ilegal merek, Allana dan Nugget Bebolla Ayam, di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Senin (30/05), pukul 18.30 WITA.

Dansatgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit melalui Pasi Intel Lettu Arm Muhammad Rizki Kurnia Hakiki, mengatakan bahkan pihaknya juga melakukan sweeping terhadap barang yang masuk secara ilegal tersebut.

Hal itu dilakukan pihaknya di Pos Dalduk Aji Kuning, lantaran belakangan ini terjadi peningkatan peredaran daging ilegal dari Malaysia yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Pulau Sebatik.

Baca juga: Polda Kaltara Bongkar Sederet Bisnis Ilegal Lain Diduga Milik Hasbudi, Libatkan KPK Usut Tuntas

Baca juga: 380 Kg Daging Ilegal Asal Tawau Malaysia, Dipasok ke Nunukan Gagal Diselundupkan Masuk Tarakan

Menurutnya, peredaran daging ilegal jelas melanggar UU Nomor 21 tahun 2019 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.

"Makanya kami memperketat kegiatan sweeping di sejumlah jalur 'tikus' yang berpotensi dilakukannya penyelundupan barang ilegal. Seluruh barang yang melintas di depan Pos Dalduk diperiksa," kata Muhammad Rizki Kurnia Hakiki, Selasa (31/05/2022), pukul 08.30 WITA.

Setelah petugas memeriksa sembilan karung barang bawaan 2 warga Nunukan itu, didapati Daging Allana sebanyak 383 Kg dan Nugget Bebola Ayam sebanyak 10,2 Kg.

Adapun identitas pemilik barang ilegal tersebut yakni Rita (52), alamat Jalan Kampung Jawa, Kelurahan Nunukan Tengah. Selanjutnya Titi (55), alamat Jalan Pesantren, Kelurahan Nunukan Tengah.

"Menurut informasi dari pembawa barang tersebut, rencana mereka akan jual di Pasar Nunukan," ucapnya.

Baca juga: Petugas Imigrasi Nunukan Amankan WNA Wanita Asal Malaysia, Tiba Gunakan KM Thalia dari Parepare

Pria yang akrab disapa Rizki itu menyebut pemilik barang ilegal dan barang bukti telah diserahkan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan.

Sementara itu, barang bukti berupa Daging Allana sebanyak 383 Kg dan Nugget Bebola Ayam sebanyak 10,2 Kg, rencana akan dilaksanakan pemusnahan.

"Pemusnahan akan dilakukan untuk mengantisipasi penularan wabah virus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang saat ini sedang mewabah di beberapa wilayah di Indonesia," ujarnya. (*)

Lanjut Rizki,"Hari ini pemilik barang ilegal itu akan dipanggil ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja Nunukan untuk diberikan edukasi. Malam tadi sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal tersebut," tambahnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Dua Warga Nunukan Bawa 9 Karung Daging Ilegal, Saat Satgas Pamtas RI-Malaysia Sweeping di Lokasi Ini

 

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved